Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

KRAKATAU — Abu Vulkanik Hambat Pencarian Jurnalis Hilang di Pulau Sertung

Langit di atas perairan Selat Sunda mendung pekat bukan semata karena cuaca buruk, melainkan kepulan material vulkanik yang terus dimuntahkan Gunung Anak K

KRAKATAU — Abu Vulkanik Hambat Pencarian Jurnalis Hilang di Pulau Sertung

Langit di atas perairan Selat Sunda mendung pekat bukan semata karena cuaca buruk, melainkan kepulan material vulkanik yang terus dimuntahkan Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan yang berupaya menembus titik koordinat menuju Pulau Sertung terpaksa berhadapan dengan dinding abu tebal dan jarak pandang yang merosot tajam. Operasi kemanusiaan untuk melacak keberadaan seorang jurnalis yang hilang kontak kini berpacu dengan dinamika alam yang kian tak menentu.

Tembok Abu dan Hambatan Operasi Laut

Upaya penyisiran yang melibatkan armada gabungan Basarnas, Polairud, serta potensi relawan bahari menemui hambatan kritis di radius bahaya erupsi. Semburan abu vulkanik tidak hanya membatasi visibilitas hingga di bawah 500 meter, tetapi juga mengancam sistem filtrasi mesin kapal patroli cepat (RIB) yang dikerahkan ke lokasi.

"Kondisi di sekitar Pulau Sertung sangat fluktuatif. Hembusan angin membawa partikel abu abrasif langsung ke jalur pelayaran tim evakuasi, sehingga pergerakan harus dikalkulasi ulang demi keselamatan personel," ujar salah seorang koordinator lapangan tim SAR di posko pantau.

Pulau Sertung, yang berada di gugusan kaldera Krakatau, merupakan wilayah tak berpenghuni dengan topografi curam dan vegetasi yang kerap terpapar material letusan. Posisi jurnalis yang dilaporkan terakhir kali melakukan kontak dari sekitar perairan ini membuat area tersebut menjadi fokus utama pencarian, kendati status aktivitas vulkanik berada pada tingkat kewaspadaan tinggi.

Kronologi dan Pemetaan Operasi Pencarian

Hingga hari keempat, pencarian dibagi menjadi beberapa sektor manuver laut guna memperluas jangkauan deteksi visual maupun sonar.

Hari Operasi Fokus Area Penyisiran Kendala Utama
Hari ke-1 & 2 Perairan pesisir dan jalur lintasan kapal nelayan Gelombang laut setinggi 2 meter
Hari ke-3 Radius lingkar luar Kepulauan Krakatau Arus bawah laut kuat ke arah barat
Hari ke-4 Pulau Sertung dan Pulau Rakata Hujan abu vulkanik tebal dan jarak pandang minim

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kontak terakhir terjadi sesaat sebelum aktivitas seismik lokal meningkat. Tanpa sinyal transmisi radio darurat (EPIRB) yang terdeteksi aktif, tim kini mengandalkan metode penyisiran paralel terputus mengikuti pergerakan arus permukaan Selat Sunda.

Risiko Liputan di Zona Rawan Bencana

Insiden hilangnya jurnalis di wilayah cincin api ini kembali membuka diskursus mendalam mengenai protokol keselamatan jurnalisme investigasi lapangan. Meliput dinamika geologi aktif menuntut persiapan logistik ganda, mencakup perangkat komunikasi satelit mandiri hingga sistem pelacakan otomatis yang terintegrasi secara real-time dengan posko darat.

Tim penyelamat memastikan operasi tidak dihentikan, melainkan disesuaikan dengan pola sebaran abu vulkanik yang terbawa arah angin. Koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus dilakukan guna menentukan jendela waktu aman bagi kapal penyelamat untuk merapat ke pesisir Pulau Sertung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User