Korban Perang Ukraina Tembus 2 Juta, Rusia Alami Kerugian Terbesar

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun terus memakan korban jiwa dalam jumlah yang mencengangkan. Sebuah studi terbaru dari lembaga think tank

Jul 06, 2026 - 13:14
0 0
Korban Perang Ukraina Tembus 2 Juta, Rusia Alami Kerugian Terbesar

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun terus memakan korban jiwa dalam jumlah yang mencengangkan. Sebuah studi terbaru dari lembaga think tank Amerika Serikat, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), mengungkapkan bahwa total korban militer dari kedua belah pihak kini telah melampaui angka 2 juta orang. Angka ini mencakup mereka yang tewas, terluka, maupun dinyatakan hilang dalam pertempuran.

Laporan yang dirilis pada Rabu (1/7) waktu setempat tersebut menempatkan Rusia sebagai pihak yang menanggung beban korban paling berat. Meskipun Kremlin dikenal sangat tertutup mengenai statistik kerugian militernya, studi CSIS memperkirakan bahwa jumlah korban di pihak Rusia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Ukraina. Perkiraan ini didasarkan pada analisis data intelijen sumber terbuka, laporan medan perang, serta informasi dari dinas keamanan negara-negara Barat.

Rusia Menanggung Beban Terberat

Menurut laporan yang dikutip media kami dari AFP, invasi besar-besaran yang dilancarkan Rusia sejak awal perang telah mengakibatkan hilangnya personel dalam skala yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II. CSIS mencatat bahwa tingginya angka korban di pihak Rusia disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk strategi serangan gelombang manusia, perlindungan medis yang tidak memadai di garis depan, serta efektivitas pertahanan Ukraina yang didukung persenjataan modern dari negara-negara NATO.

"Gabungan korban Rusia dan Ukraina telah melebihi 2 juta," demikian pernyataan resmi CSIS yang dirilis dalam studi terbarunya.

Studi ini juga menyoroti bahwa Ukraina, meskipun berada dalam posisi bertahan, juga mengalami kerugian yang signifikan. Namun, berkat sistem evakuasi medis yang lebih terstruktur dan peralatan pelindung yang lebih baik, tingkat fatalitas di pihak Ukraina relatif lebih rendah dibandingkan dengan pasukan invasi. Laporan CSIS ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Moskow untuk menghentikan agresinya.

Dampak Jangka Panjang

Angka 2 juta korban ini melampaui berbagai estimasi sebelumnya yang lebih konservatif. Para analis dari media kami menilai bahwa dampak demografis dari kerugian sebesar ini akan terasa dalam jangka panjang, terutama bagi Rusia yang telah menghadapi masalah populasi dan kekurangan tenaga kerja produktif sebelum perang dimulai. Ribuan tentara yang tewas setiap bulannya telah memaksa kedua negara untuk melakukan gelombang mobilisasi yang semakin sulit dipenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia maupun Ukraina terkait angka pasti korban di masing-masing pihak. Kedua negara diketahui kerap merilis klaim kerugian lawan yang sulit diverifikasi secara independen. Namun, laporan dari organisasi internasional dan lembaga riset independen seperti CSIS ini menjadi salah satu tolok ukur paling kredibel untuk memahami skala sebenarnya dari tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Eropa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User