Kondisi Terkini Air Sungai Ciujung di Serang yang Sempat Menghitam
Serang – Air Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, yang beberapa waktu lalu sempat menghitam dan mengeluarkan bau menyengat, kini menunjukkan perubahan. Berdasarkan pantauan di Jembatan Ciuju
Serang – Air Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, yang beberapa waktu lalu sempat menghitam dan mengeluarkan bau menyengat, kini menunjukkan perubahan. Berdasarkan pantauan di Jembatan Ciujung, Kragilan, Selasa (23/6/2026), aliran sungai yang sebelumnya pekat kini berubah menjadi cokelat keruh. Sejumlah material seperti kayu, plastik, dan sampah rumah tangga masih tersangkut di tepian, menjadi saksi bisu peristiwa pencemaran yang sempat membuat resah warga sekitar.
Hilangnya warna hitam dan bau tak sedap itu menandakan adanya perbaikan kualitas air secara visual. Namun, sejumlah pihak masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah sungai tersebut benar-benar aman atau hanya mengalami perubahan fisik sementara. Pasalnya, di sepanjang aliran Ciujung berdiri banyak pabrik dan kawasan industri yang kerap dicurigai membuang limbah ke sungai.
"Sekarang warnanya sudah coklat biasa, tidak hitam lagi. Baunya juga sudah hilang. Tapi kami tetap khawatir, karena dulu sering terjadi perubahan warna seperti ini, apalagi kalau hujan deras," ujar Wawan (45), warga Kragilan yang sehari-hari mencari ikan di sungai tersebut, saat ditemui media kami.
Wawan menambahkan, saat air menghitam pekan lalu, banyak ikan mati mengambang. Ia dan warga lainnya terpaksa berhenti mencari ikan karena takut mengonsumsi hasil tangkapan yang tercemar. Kini, meski air sudah berubah warna, mereka masih menunggu kepastian dari dinas terkait sebelum kembali turun ke sungai.
Sungai Ciujung merupakan salah satu sumber air bagi masyarakat sekitar, baik untuk irigasi pertanian maupun kebutuhan sehari-hari. Pencemaran yang terjadi sebelumnya diduga kuat berasal dari limbah industri yang terbawa aliran, mengingat banyaknya pabrik—seperti pengolahan kertas, kimia, dan makanan—yang beroperasi di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
Pemantauan dan Penanganan
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Serang menyatakan telah mengambil sampel air saat kondisi menghitam dan akan membandingkannya dengan sampel setelah air kembali coklat. "Kami sedang menguji parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasilnya akan menjadi dasar penelusuran lebih lanjut. Jika terbukti ada pelanggaran oleh pihak industri, sanksi tegas menanti," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Anisa Rahmawati, dalam keterangan resminya kepada Lurusin.com.
"Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan air sungai untuk konsumsi atau mandi sampai hasil uji lab keluar. Keamanan warga adalah prioritas," tegas Anisa.
Selain itu, DLHK bersama Satgas Penegakan Hukum Lingkungan akan melakukan inspeksi mendadak ke pabrik-pabrik yang berpotensi menjadi sumber pencemar. Beberapa industri di sekitar Ciujung sebelumnya pernah mendapat teguran karena sistem pengolahan limbah yang tidak optimal. Kali ini, pengawasan diperketat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Perubahan warna dari hitam menjadi cokelat bisa jadi disebabkan oleh pengenceran alami dari aliran air hujan atau upaya penggelontoran oleh pihak tertentu. Namun, pengamat lingkungan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. Hadi Susanto, mengingatkan bahwa hilangnya warna hitam tidak otomatis menjamin hilangnya zat berbahaya. "Zat warna bisa hilang, tapi logam berat atau bahan kimia organik mungkin masih tersisa di sedimen dan air. Perlu uji toksisitas menyeluruh," ujarnya lewat sambungan telepon.
Kabar terkini ini menjadi angin segar sekaligus pengingat bahwa pemulihan sungai memerlukan waktu dan konsistensi. Warga berharap pemerintah tidak hanya bertindak saat terjadi insiden, tetapi rutin memonitor kualitas air dan menindak tegas pelaku pencemaran. Sampai saat ini, aktivitas normal di sekitar Jembatan Ciujung sudah mulai terlihat kembali, meski masih dibayangi kekhawatiran akan potensi pencemaran susulan.
Comments (0)