Kepala Desa Masuk Kampus: 434 Pemimpin Desa Mulai 'Kuliah' di UI
Depok, Lurusin.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan I di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Sebanyak 434 kepala desa
Depok, Lurusin.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan I di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Sebanyak 434 kepala desa dari 162 kabupaten/kota yang tersebar di 20 provinsi mengikuti program ‘kuliah kilat’ yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan inovasi pemerintahan desa.
Program yang digelar di kampus biru ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah pusat untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas pembangunan di tingkat akar rumput. Para peserta akan menjalani serangkaian pelatihan intensif yang mencakup perencanaan pembangunan partisipatif, manajemen keuangan desa, pemanfaatan teknologi informasi, hingga pengembangan inovasi pelayanan publik berbasis potensi lokal.
Kolaborasi Multi Pihak untuk Penguatan Desa
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, menegaskan bahwa KDMK adalah wujud sinergi antara pemerintah pusat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sambutan pembukaan yang disiarkan langsung oleh media kami kemarin.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemendagri, Universitas Indonesia, pemerintah daerah, dan pemerintah desa untuk memperkuat kompetensi kepala desa melalui pendidikan dan pengembangan inovasi,
ujar La Ode. Ia menambahkan, kepala desa sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan memerlukan wawasan yang luas agar mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam mengawal penggunaan dana desa secara transparan dan akuntabel.
Para peserta terpilih mengikuti seleksi ketat oleh dinas pemberdayaan masyarakat desa di masing-masing wilayah. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari desa wisata, desa pertanian, hingga desa pesisir, yang mencerminkan keragaman potensi Indonesia. Selama program, mereka akan mendapatkan materi dari para akademisi UI serta praktisi pemerintahan, lalu menyusun proyek inovasi yang akan diterapkan di desa masing-masing sepulang dari kampus.
Rektor Universitas Indonesia, dalam sambutannya, menyambut baik program ini sebagai bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. “Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kehadiran para kepala desa di sini adalah kesempatan bagi kami untuk belajar langsung dari mereka yang setiap hari bekerja untuk rakyat,” tuturnya.
Laporan Lurusin.com juga mencatat bahwa program ini direncanakan berkelanjutan, dengan angkatan-angkatan berikutnya akan menjangkau lebih banyak provinsi. Kemendagri menargetkan setidaknya 5.000 kepala desa dapat mengikuti program serupa dalam dua tahun ke depan, sejalan dengan visi penguatan kapasitas aparatur desa menuju Indonesia Emas.
Comments (0)