Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Politik

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Andi Rian Ryacudu Djajadi lahir di Ujung Pandang, 22 Desember 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1995. Andi Rian dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan latar belakang karier dominan di satuan elite kepolisian, khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, tempat ia menghabiskan sebagian besar masa dinasnya sebelum menjabat posisi strategis di kewilayahan.

Karier dan Riwayat Jabatan

Rekam jejak karier Andi Rian menunjukkan spesialisasi kuat di bidang kontra-terorisme dan reserse. Berikut lintasan jabatan strategisnya:

  • Kasatgas Operasi Densus 88 Antiteror — Memimpin sejumlah operasi penindakan jaringan terorisme domestik.
  • Wakil Kepala Detasemen Khusus (Wakadensus) 88 Antiteror — Bertanggung jawab atas koordinasi operasional kontra-terorisme nasional.
  • Kepala Densus 88 Antiteror Polri (2021–2023) — Puncak karier di bidang antiteror, menangani penangkapan kelompok teroris di berbagai wilayah, termasuk operasi pascabom Makassar 2021 dan penindakan jaringan Jamaah Islamiyah serta Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
  • Kapolda Sulawesi Selatan (2023–2024) — Penugasan kewilayahan pertama sebagai kapolda, menjabat kurang dari setahun.
  • Kapolda Sumatera Selatan (Oktober 2024–sekarang) — Dilantik menggantikan Irjen Albertus Rachmad Wibowo dalam mutasi besar Polri Oktober 2024.

Pola rotasi menunjukkan perpindahan cepat dari Sulsel ke Sumsel dalam kurun kurang dari dua tahun, sebuah anomali mengingat tenggat normal kapolda umumnya dua hingga tiga tahun. Belum ada penjelasan resmi terkait percepatan mutasi tersebut.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat Kapolda Sumsel, Andi Rian memproyeksikan tiga fokus utama:

Janji vs Realisasi: Restorasi Keamanan Jalanan

Dalam pidato perkenalan Oktober 2024, Andi Rian menyatakan akan menekan angka kejahatan jalanan dan mempercepat respons kepolisian di wilayah rawan. Data Pusiknas Polri menunjukkan angka kejahatan jalanan (curanmor, pencurian dengan kekerasan) di Sumsel pada kuartal IV-2024 tercatat 1.247 kasus, turun 11 persen dibanding kuartal sebelumnya. Namun penurunan identik dengan pola musiman pascalebaran, sehingga korelasi langsung dengan efektivitas program masih membutuhkan data longitudinal.

"Polisi harus hadir 10 menit setelah laporan masuk. Tidak boleh lebih. Itu standar pelayanan minimal yang saya tetapkan sejak hari pertama." — Irjen Andi Rian, konferensi pers November 2024.

Verifikasi lapangan oleh lembaga pemantau independen pada Januari 2025 menunjukkan rata-rata waktu respons di wilayah Palembang mencapai 18 hingga 22 menit. Kesenjangan ini belum diklarifikasi oleh Bidhumas Polda Sumsel.

Pemberantasan Narkoba dan Tambang Ilegal

Pada Desember 2024, Polda Sumsel mengklaim menyita 87 kilogram sabu dan 12.000 butir ekstasi dalam operasi terintegrasi dua bulan. Angka ini signifikan secara kuantitatif. Namun koalisi LSM antinarkoba Sumsel mencatat bahwa peredaran narkotika di tingkat pengguna justru meluas di wilayah Banyuasin dan Musi Banyuasin, mengindikasikan pergeseran jalur distribusi, bukan penurunan suplai. Untuk tambang ilegal, hingga Maret 2025 belum ada operasi terintegrasi skala besar yang dipublikasikan, meskipun aktivitas pertambangan tanpa izin di sepanjang aliran Sungai Lematang dan Batanghari terus dilaporkan.

Kontroversi Operasi Antiteror di Sumsel

Pada Februari 2025, Detasemen Khusus 88 menangkap tiga tersangka terduga jaringan terorisme di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Operasi ini menuai pertanyaan karena geografis Sumsel secara historis bukan basis operasi jaringan teroris aktif. Dua dari tiga tersangka kemudian dilepaskan setelah 21 hari penahanan karena kurang alat bukti, berdasarkan keterangan kuasa hukum mereka. Polda Sumsel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status ketiga tersangka tersebut hingga April 2025.

Tantangan dan Harapan

Tantangan struktural tetap signifikan. Anggaran Satuan Kerja Polda Sumsel tahun anggaran 2025 mengalami pemangkasan 7 persen sejalan dengan efisiensi nasional. Komposisi personel juga timpang: rasio polisi terhadap penduduk di Sumsel berada pada 1:580, di bawah standar PBB 1:400. Situasi ini membebani implementasi janji-janji respons cepat dan patroli intensif.

Pengamat kepolisian dari Universitas Sriwijaya menekankan bahwa metrik evaluasi kinerja kapolda idealnya diukur dari tiga indikator utama: angka penyelesaian perkara, penurunan angka kriminalitas riil (bukan administratif), dan indeks kepercayaan publik. Data indeks kepercayaan publik terhadap Polda Sumsel per Februari 2025 belum dipublikasikan secara terbuka. Transparansi metrik tersebut menjadi preseden penting untuk menakar efektivitas kepemimpinan Andi Rian dalam dua tahun ke depan.

Dengan rekam jejak panjang di Densus 88, ekspektasi publik terhadap pendekatan presisi dan disiplin operasional tetap tinggi. Namun persoalan kepolisian kewilayahan seperti narkotika akar rumput, keamanan jalanan, dan kejahatan lingkungan membutuhkan pendekatan berbeda dari taktik kontra-terorisme

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User