Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan
Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan
Profil Singkat
Inspektur Jenderal Polisi Andi Rian Ryacudu Djajadi lahir di Makassar, 5 Juli 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Namanya mencuat saat menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan (2014–2015) dan kariernya terus menanjak di jajaran Polda Metro Jaya. Andi Rian dikenal sebagai perwira yang luwes dalam hubungan media dan sering turun langsung ke lapangan. Ia memiliki gelar magister hukum dan beberapa pendidikan khusus di luar negeri, termasuk pelatihan counter-terrorism di Australia.
Sebelum bertugas di Sumatera Selatan, ia menjabat Kapolda Kalimantan Utara (2023–2024). Mutasi ke Sumsel tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/488/III/KEP./2024 tertanggal 20 Maret 2024. Ia menggantikan Irjen Pol. A. Rachmad Wibowo yang dimutasi menjadi Kapolda Sumatera Utara.
Karier dan Riwayat Jabatan
Jejak karier Andi Rian dominan di fungsi operasional dan sumber daya manusia. Berikut posisi strategis yang pernah diemban:
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan
- Kapolres Metro Jakarta Selatan (2014–2015)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri
- Karo SDM Polda Metro Jaya (2017–2018)
- Dirsamapta Polda Metro Jaya (2018–2019)
- Wakapolda Sumatera Selatan (2019–2020)
- Karo Dalpers SSDM Polri (2020–2023)
- Kapolda Kalimantan Utara (2023–2024)
- Kapolda Sumatera Selatan (2024–sekarang)
Pengalaman sebagai Wakapolda Sumsel pada 2019 memberikan pemahaman awal tentang dinamika keamanan wilayah ini, meski konteksnya sangat berbeda ketika ia kembali lima tahun kemudian.
Kinerja dan Program Unggulan
Saat serah terima jabatan di Mapolda Sumsel, Andi Rian menyampaikan tiga janji prioritas yang direkam oleh media lokal. Tribun Sumsel edisi 22 Maret 2024 mengutip pernyataannya:
"Saya ingin memastikan Sumsel bebas dari karhutla dan tambang ilegal. Narkoba akan kita perangi sampai ke akar-akarnya. Pelayanan publik harus semakin profesional."
Penanganan Karhutla: Sumsel adalah salah satu provinsi dengan riwayat kebakaran hutan dan lahan terparah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat luas karhutla di Sumsel tahun 2023 mencapai 30.584 hektare. Pada tahun pertama kepemimpinan Andi Rian (2024), luas karhutla turun menjadi 12.100 hektare hingga November—penurunan sekitar 60 persen. Angka ini perlu dibaca hati-hati karena faktor curah hujan yang lebih tinggi pada 2024 ikut memengaruhi. Namun, Polda Sumsel mengklaim telah menetapkan 187 tersangka pembakar lahan sepanjang 2024, meningkat dari 124 tersangka pada 2023. Langkah penegakan hukum memang lebih agresif, tetapi pengamat lingkungan dari Walhi Sumsel mengkritik bahwa pemilik modal besar belum tersentuh.
Pemberantasan Narkoba: Polda Sumsel di bawah Andi Rian mencatat pengungkapan 2.984 kasus narkotika sepanjang 2024, dengan barang bukti sabu 102,7 kilogram dan pil ekstasi 34.000 butir. Angka ini meningkat dibanding 2023 yang mengungkap 2.201 kasus. Namun, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel mencatat prevalensi pengguna justru stagnan di kisaran 1,8 persen. Target "perang sampai akar-akar" belum menunjukkan hasil signifikan menyentuh jaringan bandar besar yang kerap beroperasi dari luar provinsi.
Tambang Ilegal: Tim Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel hanya menangani 17 kasus tambang ilegal
Comments (0)