Jembatan Satu-satunya di Pandeglang Ambruk, Akses Warga Desa Tunggaljaya Terputus

Infrastruktur penghubung utama di Kampung Tarikolot, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami keruntuhan pada Selasa (23/6/2026). Jembatan yang menjadi satu-satunya

Jul 06, 2026 - 14:04
0 0
Jembatan Satu-satunya di Pandeglang Ambruk, Akses Warga Desa Tunggaljaya Terputus

Infrastruktur penghubung utama di Kampung Tarikolot, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami keruntuhan pada Selasa (23/6/2026). Jembatan yang menjadi satu-satunya akses darat bagi warga setempat itu ambruk tak lama setelah dilintasi sebuah truk pengangkut pasir. Peristiwa ini sontak memutus jalur transportasi warga dan mengisolasi desa dari daerah sekitarnya.

Menurut laporan yang dihimpun media kami di lokasi, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi mobilitas sekitar 200 kepala keluarga di Desa Tunggaljaya. Tanpa jembatan ini, warga tidak dapat menggunakan kendaraan untuk menjangkau pasar, sekolah, maupun fasilitas kesehatan. Jalur alternatif sebelumnya tidak tersedia, sehingga terputusnya akses langsung berdampak pada terhambatnya distribusi logistik dan kegiatan ekonomi warga.

"Jembatan ambruk usai dilintasi dump truck pengangkut pasir. Sekarang warga benar-benar terisolir," ujar Sekretaris Desa Tunggaljaya, Andi Suandi, saat diwawancarai tim Lurusin.com.

Dampak Langsung Terhadap Warga

Pasca-ambruknya jembatan, warga terpaksa menggunakan perahu kecil atau berjalan kaki melewati aliran sungai yang cukup deras untuk menyeberang. Sejumlah anak sekolah dilaporkan tidak dapat hadir ke sekolah pada hari itu karena akses yang membahayakan. Para petani dan pedagang kecil juga mengeluhkan sulitnya membawa hasil bumi ke pusat kecamatan, sehingga dikhawatirkan kerugian ekonomi akan terus bertambah jika jembatan tidak segera diperbaiki.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, sebelum ambruk, jembatan itu sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan. Truk pasir yang melintas diduga membawa muatan berlebih, sehingga beban yang diterima struktur jembatan melebihi kapasitasnya. Hingga kini, belum ada kepastian kapan jembatan darurat atau perbaikan permanen akan dimulai.

Pihak pemerintah desa tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera menangani situasi darurat ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas pekerjaan umum setempat mengenai jadwal pembangunan kembali jembatan. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar akses vital ini dapat kembali difungsikan dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User