Jalan Panjang Kapal Pertamina hingga Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Lurusin.com, Jakarta – Setelah tertahan selama hampir empat bulan, kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Gamsunoro, akhirnya berhasil meninggalkan Selat Hormuz pada Rabu (24/6) p
Lurusin.com, Jakarta – Setelah tertahan selama hampir empat bulan, kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Gamsunoro, akhirnya berhasil meninggalkan Selat Hormuz pada Rabu (24/6) pukul 20.00 WIB. Keberhasilan ini menjadi titik terang dari rangkaian upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak kapal tersebut terperangkap di perairan strategis itu akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kapal Gamsunoro tidak dapat melanjutkan pelayaran sejak awal Maret 2026. Penutupan Selat Hormuz sebagai imbas langsung perang yang meletus pada akhir Februari 2026 memaksa kapal tersebut berlabuh di area terbatas bersama puluhan kapal niaga lain dari berbagai negara. Selat yang menjadi jalur vital pengiriman energi dunia itu seketika berubah menjadi zona berbahaya, mengunci pergerakan seluruh armada yang melintas.
Negosiasi Panjang yang Penuh Optimisme
Tak lama setelah kabar tertahannya kapal Gamsunoro mencuat, pemerintah Indonesia melalui sejumlah kementerian langsung mengambil langkah cepat. Jalur diplomasi dibuka dengan melibatkan pihak-pihak terkait, baik secara bilateral maupun melalui saluran maritim internasional. Optimisme sempat muncul dari pernyataan para pejabat tinggi negara.
“Itu masih dalam negosiasi kok. InsyaAllah sebentar lagi, doain ya, sebentar lagi selesai,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kepada awak media pada 10 Maret 2026 silam.
Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa pembicaraan terus berjalan, meskipun situasi di lapangan masih sangat dinamis. Hingga akhirnya, setelah melalui serangkaian koordinasi intensif, kapal Gamsunoro mendapat izin melintas pada pekan keempat Juni. Keberhasilan ini tidak lepas dari reputasi PIS sebagai operator pelayaran yang selama ini menjalin kerja sama baik di kancah internasional, serta peran aktif pemerintah yang tak kenal lelah.
Gamsunoro sendiri merupakan salah satu kapal tanker andalan PIS yang biasa mengangkut komoditas energi untuk kebutuhan domestik. Lepasnya kapal ini dari Selat Hormuz memastikan rantai pasok energi nasional tetap terjaga, mengurangi kecemasan yang sempat muncul akibat potensi gangguan distribusi. Dengan perairan yang kini berangsur kondusif, PIS diharapkan dapat segera mengoperasikan armadanya secara normal dan melanjutkan misi menjaga ketahanan energi Indonesia.
Comments (0)