Jakarta Pusat — Penanaman Pohon Instan untuk Pemulihan Ekologis

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melaksanakan penanaman pohon instan di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari program pemulihan

Jul 09, 2026 - 17:50
0 0
Jakarta Pusat — Penanaman Pohon Instan untuk Pemulihan Ekologis

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melaksanakan penanaman pohon instan di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari program pemulihan ekologis kawasan perkotaan. Operasi ini merupakan implementasi teknis dari Rencana Aksi Jakarta Hijau 2023–2030 yang menargetkan peningkatan kualitas udara dan perluasan tutupan vegetasi di wilayah administrasi pusat ibu kota. Personel Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait dikerahkan untuk memasang pohon-pohon siap tanam berdiameter besar dengan metode mekanis.

Kronologi Pelaksanaan Penanaman

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam satu hari penuh pada 15 Maret 2025 dengan distribusi titik tanam yang tersebar di tiga kecamatan. Prosedur teknis mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanaman Pohon Instan Nomor 12/SPP/DISHUTKOTA/2024 yang diterbitkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta.

  1. Pukul 06.30 WIB – Mobilisasi Material dan Alat: Tiga unit truk pengangkut pohon beserta satu mobile crane memasuki lokasi pertama di Taman Menteng. Setiap pohon telah melalui tahap aklimatisasi di nurseri Cibubur selama minimal enam bulan sebelum diangkut.
  2. Pukul 07.45 WIB – Pengeboran Lubang Tanam: Alat bor mekanis membuat lubang berukuran 1,5 × 1,5 × 1,2 meter di titik koordinat yang telah ditentukan oleh tim tata kota. Lubang dilapisi kompos organik dan pupuk hayati mikoriza sebanyak 15 kilogram per lubang untuk mempercepat adaptasi akar.
  3. Pukul 08.30 WIB – Penurunan Pohon Pertama: Mobile crane menurunkan pohon trembesi (Samanea saman) setinggi 4,8 meter dengan diameter batang 18 sentimeter. Penempatan dilakukan dengan presisi menggunakan waterpass digital, lalu tanah dipadatkan lapis demi lapis.
  4. Pukul 10.00 WIB – Instalasi Penyangga dan Irigasi: Tali tambang polipropilena pada tiga sisi dipasang sebagai sistem pengikat sementara. Selanjutnya, tim memasang jaringan irigasi tetes otomatis yang terkoneksi dengan sensor kelembaban tanah untuk memonitor kondisi hidrasi.
  5. Pukul 11.00–15.30 WIB – Replikasi di Tiga Lokasi Lain: Tim mengulangi prosedur identik di RTH Jalan Kramat Raya, Taman Suropati, dan jalur hijau Medan Merdeka Selatan. Total empat lokasi menerima masing-masing dua unit pohon, sehingga jumlah keseluruhan mencapai delapan pohon instan dalam satu hari operasi.

Data Teknis dan Target Program

Pohon instan yang ditanam merupakan spesies dengan laju serapan karbon tinggi yang direkomendasikan dalam Peraturan Gubernur Nomor 131 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Pohon Perkotaan. Rincian jenis dan jumlah adalah sebagai berikut: tiga unit trembesi, tiga unit tabebuya merah muda (Tabebuia rosea), dan dua unit kayu putih (Melaleuca leucadendra). Keseluruhan pohon memiliki tinggi antara 4 hingga 5 meter dengan diameter batang 15–20 sentimeter, usia tanam minimal 5 tahun, dan bobot sekitar 800–1.200 kilogram per unit.

Berdasarkan kalkulasi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, satu pohon trembesi dewasa mampu menyerap 28,3 ton karbon dioksida per tahun. Dengan demikian, delapan pohon yang ditanam pada operasi ini diproyeksikan menambah kapasitas serapan sebesar lebih dari 226 ton CO₂ per tahun setelah mencapai usia dewasa dalam 3–5 tahun ke depan. Operasi ini merupakan bagian dari target penanaman 1.500 pohon instan di seluruh Jakarta Pusat sepanjang tahun 2025, sebagai upaya menekan konsentrasi partikulat (PM2.5) yang pada kuartal keempat 2024 sempat tercatat pada angka rata-rata 38 µg/m³—di atas ambang batas aman World Health Organization sebesar 15 µg/m³.

Proses pemeliharaan pasca-tanam mencakup pemantauan kekuatan penyangga setiap minggu, penyiraman rutin melalui sistem irigasi tetes yang dikontrol dari pusat kendali Dinas Pertamanan, serta inspeksi kesehatan batang dan daun oleh arboris tersertifikasi setiap bulan. Mortalitas tanaman pada program serupa di tahun sebelumnya tercatat di bawah 5 persen, menunjukkan efektivitas tinggi metode pohon instan dibandingkan bibit konvensional yang sering gagal tumbuh akibat tekanan urban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User