Jakarta — PT Bach Multi Global Tbk Umumkan Budi Kurniawan Sebagai Direktur Utama Baru
Emiten berkode saham BACH, PT Bach Multi Global Tbk, akhirnya mengonfirmasi pengangkatan Budi Kurniawan sebagai Direktur Utama definitif. Keputusan ini dia
Emiten berkode saham BACH, PT Bach Multi Global Tbk, akhirnya mengonfirmasi pengangkatan Budi Kurniawan sebagai Direktur Utama definitif. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin lalu, menggantikan posisi yang sebelumnya lowong pasca pengunduran diri direktur utama periode sebelumnya. Foto resmi Budi Kurniawan yang tersenyum di depan logo perusahaan kini telah beredar sebagai simbol transisi manajemen di tengah tantangan bisnis yang tengah dihadapi perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Budi Kurniawan bukanlah sosok asing di internal BACH. Pria kelahiran Bandung tersebut telah mengabdi di perusahaan selama lebih dari satu dekade, terakhir menjabat sebagai Direktur Operasional. Rekam jejaknya yang panjang di sektor perdagangan dan jasa konstruksi—inti bisnis BACH—menjadi alasan utama pemegang saham pengendali memberikan mandat penuh kepadanya. Dalam pernyataan perdananya, Budi menegaskan komitmen untuk memperkuat fundamental keuangan dan ekspansi ke segmen pasar baru. "Kami akan fokus pada efisiensi rantai pasok dan diversifikasi proyek infrastruktur skala menengah," ujarnya.
Data keuangan perseroan per kuartal III 2024 menjadi acuan penting. Pendapatan BACH tercatat stagnan di angka Rp67,8 miliar, hanya naik 1,2% secara tahunan (year-on-year). Beban pokok pendapatan yang tinggi menekan laba kotor menjadi Rp9,4 miliar, dengan margin kotor menyusut ke 13,8% dari sebelumnya 15,2% di kuartal yang sama tahun lalu. Alhasil, laba bersih terkompresi menjadi Rp1,1 miliar, turun 28% dibandingkan periode yang sama. Neraca menunjukkan kas dan setara kas menipis signifikan, dari Rp22,3 miliar per akhir 2023 menjadi Rp14,7 miliar per September 2024. Di sisi lain, liabilitas jangka pendek justru meningkat 11% akibat pembiayaan proyek yang masih berjalan.
Analisis Kinerja dan Proyeksi di Bawah Komando Baru
Kondisi keuangan yang melemah ini menjadi pekerjaan rumah pertama bagi Budi Kurniawan. Rasio lancar (current ratio) perusahaan kini berada di level 1,12 kali—masih di atas ambang batas minimal 1 kali, namun menunjukkan ruang likuiditas yang sempit. Dengan utang bank jangka pendek sebesar Rp11,5 miliar yang akan jatuh tempo pada kuartal pertama 2026, tekanan arus kas diperkirakan akan meningkat. Budi harus segera merestrukturisasi pendanaan atau merelaksasi perjanjian kredit (covenant) dengan kreditur untuk mencegah potensi gagal bayar teknis.
| Indikator | Q3 2023 | Q3 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp M) | 66.980 | 67.812 | +1,2% |
| Laba Kotor (Rp M) | 10.180 | 9.352 | -8,1% |
| Margin Kotor | 15,2% | 13,8% | -1,4 pp |
| Laba Bersih (Rp M) | 1.527 | 1.100 | -28% |
| Kas & Setara Kas (Rp M) | 22.340 | 14.720 | -34% |
| Liabilitas Jangka Pendek (Rp M) | 28.640 | 31.800 | +11% |
| Rasio Lancar (x) | 1,31 | 1,12 | - |
Analis dari Semesta Sekuritas, Rendra Wibisono, menilai penunjukan Budi adalah langkah minim risiko, namun efek positifnya baru akan terlihat dalam jangka menengah. “Pasar tidak bisa berharap banyak dalam kuartal pertama. Fokus pemulihan likuiditas dan negosiasi kontrak baru yang lebih menguntungkan akan jadi katalis utama. Jika Budi bisa menekan biaya logistik hingga 5%, margin kotor bisa kembali ke 15% di akhir 2025,” tuturnya. Sementara itu, investor ritel disarankan mencermati laporan keuangan kuartal IV 2024 yang akan dirilis Maret mendatang, khususnya pos piutang usaha yang membengkak 19% menjadi Rp18,2 miliar.
Dari sisi operasional, BACH juga menghadapi tren penurunan nilai kontrak baru. Pada semester I 2024, perolehan kontrak hanya mencapai Rp34 miliar, lebih rendah 24% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Budi mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kemitraan strategis dengan pemasok baja ringan untuk menurunkan biaya material dan mempercepat waktu penyelesaian proyek. Ia juga tidak menutup peluang untuk mengakuisisi perusahaan konstruksi kecil yang memiliki spesialisasi di bidang irigasi dan jalan desa, guna memperluas segmen pasar yang selama ini dikuasai BUMN karya.
Comments (0)