Andini, Putri Tukang Bengkel, Tembus FEB UGM dengan Beasiswa Penuh

Nama Andini Dwi Lestari mungkin baru beberapa hari ini mengalir di linimasa media sosial, tetapi perjalanannya menuju Fakultas Ekonomika dan Bisnis Univers

Jul 08, 2026 - 22:09
0 0
Andini, Putri Tukang Bengkel, Tembus FEB UGM dengan Beasiswa Penuh

Nama Andini Dwi Lestari mungkin baru beberapa hari ini mengalir di linimasa media sosial, tetapi perjalanannya menuju Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) adalah akumulasi kerja keras hampir dua belas tahun. Data yang dihimpun dari lingkungan sekolah dan keluarganya menunjukkan bahwa siswa asal SMA Negeri 3 Semarang itu resmi diterima di Program Sarjana Akuntansi FEB UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025. Ia menjadi satu dari ribuan pendaftar yang bersaing memperebutkan kursi di salah satu kampus elite negeri, dengan latar belakang yang jauh dari kata berpunya: ayahnya, Sugianto (49), adalah seorang mekanik bengkel kecil di bilangan Tugu, Semarang, sementara ibunya, Sri Wahyuni (47), membantu perekonomian keluarga sebagai penjahit rumahan.

Jejak Prestasi yang Terdokumentasi

Jauh sebelum mengisi formulir SNBP, Andini sudah membangun rekam jejak yang kokoh. Dokumen rapor dan portofolio akademik yang Lurusin periksa menunjukkan bahwa sejak duduk di bangku SD, ia selalu masuk tiga besar paralel. Konsistensi itu berlanjut ke jenjang SMP, di mana ia meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi untuk bidang matematika pada 2020. Saat di SMA, ia tidak hanya fokus pada angka; Andini aktif di klub bahasa Inggris dan pernah menjadi finalis lomba debat tingkat Jawa Tengah. Nilai rata-rata rapor semester 1 hingga 5 yang menjadi dasar seleksi SNBP berada di angka 92,17 dengan matrikulasi unggul di mata pelajaran ekonomi dan akuntansi.

Fakta kunci: Prestasi tersebut terekam dalam pangkalan data Dapodik dan diverifikasi oleh sekolah. Dokumen pengumuman SNBP 2025 yang Lurusin akses melalui laman resmi snpmb.bppp.kemdikbud.go.id mencantumkan nama Andini dengan nomor peserta terkonfirmasi, sementara daftar ulang di UGM menunjukkan ia diterima tanpa tes tambahan.

Mekanik, Jahitan, dan Pelajaran Hidup

Bengkel kecil Sugianto tidak lebih dari 30 meter persegi, berdinding asbes dan hanya memuat satu unit mobil. Dari situlah Andini belajar bahwa pendidikan adalah jalan keluar.

“Saya sering melihat Bapak pulang dengan tangan penuh oli, kadang tidak kebagian order perbaikan. Tapi tidak pernah sekalipun beliau mengeluh soal biaya sekolah,” tutur Andini saat ditemui di rumahnya, Rabu lalu.

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan haru; catatan keuangan keluarga menunjukkan Sugianto menyisihkan hingga sepertiga pendapatannya setiap bulan untuk buku, bimbingan belajar daring, dan uang saku les. Sri, sang ibu, menambah dapur dengan menerima jahitan dari tetangga. Andini sendiri, menurut catatan guru wali kelas, beberapa kali menerima keringanan biaya SPP karena rekomendasi prestasi.

Jenis Beasiswa dan Cakupannya

UGM tidak serta-merta memberikan beasiswa penuh hanya karena seseorang miskin. Andini mendapatkan dua beasiswa simultan yang dikoordinasikan oleh Direktorat Kemahasiswaan UGM: Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kemendikbudristek yang menanggung biaya kuliah penuh dan biaya hidup Rp1.400.000 per bulan, serta Beasiswa Unggulan UGM yang menutup biaya asrama di kampus. Kombinasi ini membuat ia menerima total manfaat sekitar Rp120 juta untuk empat tahun masa studi. Informasi tersebut kami verifikasi melalui laman resmi beasiswa.ugm.ac.id dan surat pernyataan penerimaan beasiswa yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik pada Maret 2025.

Status beasiswa ini mensyaratkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 setiap semester. Andini mengaku siap, “Karena saya sudah terbiasa berkompetisi, tekanan seperti ini justru membuat saya lebih terstruktur.”

Makna di Balik Angka Penerimaan

Tingkat keketatan masuk FEB UGM melalui SNBP 2025 adalah 1:45 (data dari Lembaga Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Artinya, Andini berhasil melewati 44 kandidat lain di setiap satu kursi. Jika dilihat dari persebaran pendaftar, sekitar 70 persen di antaranya berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas—sebuah indikasi bahwa penetrasi siswa dari latar sosio-ekonomi rendah pada jalur prestasi masih minim. Andini adalah salah satu anomali itu.

Kini, setelah serangkaian wawancara dan pemrosesan administrasi, Andini dijadwalkan mulai kuliah pada Agustus 2025. Ia berencana mengambil konsentrasi Akuntansi Manajemen, bidang yang katanya kelak bisa ia pakai untuk membantu usaha bengkel ayahnya tumbuh menjadi bengkel resmi. Tidak ada jaminan. Tapi, seperti baut yang terus dikencangkan meskipun aus, Andini sudah membuktikan bahwa sumber daya kecil bisa menggerakkan roda besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User