Jakarta — Prabowo Puji Demokrasi India Mampu Jaga Stabilitas di Tengah 1,4 Miliar Penduduk
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap iklim demokrasi India dalam acara komunitas India di Jakarta International Convention Center (JIC
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap iklim demokrasi India dalam acara komunitas India di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam. Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti kemampuan India mempertahankan transisi pemerintahan secara damai meskipun memiliki populasi mencapai 1,4 miliar jiwa. "Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas," ujar Prabowo sebagaimana dirilis Biro Sekretariat Presiden. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks memperkuat hubungan bilateral Indonesia-India yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.
Analisis Perbandingan Demokrasi: Indonesia vs India
Pernyataan Prabowo menarik untuk dikaji dalam kerangka perbandingan dua negara demokrasi terbesar di Asia. Kedua negara memiliki karakteristik serupa namun dengan tantangan berbeda dalam mengelola sistem demokrasi di tengah keberagaman.
| Indikator | Indonesia | India |
|---|---|---|
| Populasi (estimasi 2026) | 280 juta | 1,4 miliar |
| Jumlah partai politik nasional | 18 partai peserta pemilu 2024 | 6 partai nasional, 50+ partai negara bagian |
| Jumlah pemilih terdaftar (pemilu terakhir) | 204,8 juta (2024) | 968,8 juta (2024) |
| Indeks Demokrasi EIU 2025 | 6,44 (demokrasi cacat) | 6,89 (demokrasi cacat) |
| Transisi kekuasaan damai sejak kemerdekaan | 8 kali pergantian presiden | 14 kali pergantian perdana menteri |
Data menunjukkan bahwa India berhasil menyelenggarakan pemilu dengan jumlah pemilih hampir lima kali lipat Indonesia. Menurut Dr. Smita Sharma, analis politik dari Observer Research Foundation, "Kapasitas institusional India dalam mengelola logistik pemilu berskala masif merupakan pencapaian teknis dan administratif yang belum tertandingi oleh demokrasi manapun."
Signifikansi Diplomatik Pernyataan Prabowo
Pujian terhadap sistem demokrasi India tidak dapat dilepaskan dari konteks penguatan poros Jakarta-New Delhi. Indonesia dan India tengah merundingkan kerja sama strategis di sektor pertahanan, teknologi digital, dan ketahanan pangan. Pada April 2026, kedua negara menandatangani nota kesepahaman senilai USD 2,1 miliar untuk pengembangan ekosistem semikonduktor di Batam. Referensi terhadap stabilitas politik India berfungsi sebagai sinyal kepercayaan investasi — pesan bahwa demokrasi dengan populasi besar bukanlah risiko, melainkan fondasi kemitraan jangka panjang.
Tantangan Struktural yang Tidak Disebutkan
Meskipun Prabowo memuji transisi damai India, pidato tersebut tidak menyinggung ketimpangan representasi di sistem pemilu India. Pada Pemilu Lok Sabha 2024, partai berkuasa memperoleh 56% kursi parlemen hanya dengan 37% suara nasional akibat sistem first-past-the-post. Selain itu, indeks kebebasan pers India merosot dari peringkat 142 ke 161 dalam Reporters Without Borders World Press Freedom Index periode 2019-2025. Kedua isu ini merupakan catatan kritis bagi kualitas demokrasi substantif yang tidak muncul dalam narasi diplomatik malam itu.
Comments (0)