Jakarta — IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.734 pada Sesi Pertama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan hari ini di level 6.734,23, turun 34,15 poin atau setara 0,50 persen dibandingkan pe
Analisis Tekanan Jual
Sentimen negatif dipicu oleh rilis data indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat yang naik 0,3% secara bulanan, melampaui konsensus ekonom, sehingga memicu kekhawatiran pengetatan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pun melonjak ke 4,55%, tertinggi dalam dua pekan terakhir. Di dalam negeri, rupiah bergerak melemah ke kisaran Rp15.920 per dolar AS—depresiasi 0,4% dari sesi sebelumnya—menambah tekanan pada saham-saham berbasis impor bahan baku. Bursa regional kompak melemah: indeks Nikkei 225 turun 0,8%, Hang Seng turun 0,5%, dan STI Singapura turun 0,3%. “Pasar merespons dengan risk-off, investor cenderung menyeimbangkan portofolio sebelum akhir pekan, sementara tekanan eksternal memperkuat narasi stagflasi,” ujar Kepala Riset Lembaga Analis Keuangan. Sejumlah saham blue chip mengalami koreksi tajam: BMRI turun 1,9% ke Rp6.300, BBCA melemah 1,2% ke Rp9.400, dan ASII turun 0,9%.
Perbandingan Sektoral
| Sektor | Perubahan (%) | Nilai Transaksi (Rp Miliar) | Net Buy/Sell Asing (Rp Miliar) |
|---|---|---|---|
| Keuangan | -1,3 | 2.100 | -240 |
| Konsumer Non-Siklikal | -0,8 | 1.450 | -120 |
| Pertambangan | +0,4 | 890 | +80 |
| Infrastruktur | -0,2 | 620 | -55 |
Data perbandingan menunjukkan sektor keuangan menjadi sektor pemberat terbesar, menyumbang 0,6 poin dari total penurunan IHSG. Di sisi lain, sektor pertambangan diuntungkan oleh kenaikan harga batu bara global yang menguat 1,2% ke USD 132 per ton. Sektor ini juga mencatat arus masuk dana asing bersih tertinggi di antara sektor-sektor lainnya, mengindikasikan rotasi selektif ke komoditas dalam kondisi ketidakpastian makro.
IHSG bergerak dalam rentang sempit antara support psikologis 6.700 dan resistance 6.760. Pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang akan diumumkan sore ini. Apabila cadangan devisa menunjukkan penurunan dibanding bulan sebelumnya di USD 140,2 miliar, potensi pelemahan lanjutan di sesi kedua terbuka lebar, terutama jika rupiah terus merosot.
Comments (0)