Israel: Penarikan Pasukan dari Lebanon Hanya Terjadi Jika Hizbullah Melucuti Senjata

Tel Aviv, Lurusin.com – Pemerintah Israel memberikan syarat tegas terkait kehadiran militernya di Lebanon selatan. Tel Aviv menyatakan bahwa penarikan pasukan hanya akan dilakukan apabila kelompok

Jul 06, 2026 - 13:44
0 0
Israel: Penarikan Pasukan dari Lebanon Hanya Terjadi Jika Hizbullah Melucuti Senjata

Tel Aviv, Lurusin.com – Pemerintah Israel memberikan syarat tegas terkait kehadiran militernya di Lebanon selatan. Tel Aviv menyatakan bahwa penarikan pasukan hanya akan dilakukan apabila kelompok Hizbullah benar-benar melucuti seluruh persenjataannya. Sikap ini disampaikan merespons seruan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang meminta Israel menarik mundur pasukannya secara sukarela dari seluruh wilayah Lebanon.

Respons atas Desakan Iran

Desakan yang dilontarkan IRGC tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Namun, alih-alih mengindahkan seruan itu, Israel justru menegaskan komitmennya untuk mempertahankan posisi di zona keamanan yang telah ditetapkan. “Pasukan kami akan tetap berada di Lebanon selatan, Jalur Gaza, dan Suriah selama diperlukan untuk menjamin keamanan warga Israel,” tegas seorang juru bicara militer Israel dalam keterangannya kepada Lurusin.com.

“Kami tidak akan mundur sebelum Hizbullah sepenuhnya dilucuti. Kehadiran kami adalah respons terhadap agresi yang terus berlanjut,” ujarnya.

Pernyataan ini merujuk pada eskalasi yang terjadi sejak awal Maret lalu, ketika Hizbullah melancarkan serangan solidaritas terhadap Iran. Serangan tersebut memicu Israel untuk menggelar operasi militer besar-besaran, termasuk serangan udara intensif dan pengerahan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon. Israel menilai langkah ini sebagai upaya membendung pengaruh Iran yang semakin mengancam melalui proksinya.

Kondisi Lapangan dan Reaksi Internasional

Menurut laporan Lurusin.com dari lapangan, situasi di perbatasan Israel-Lebanon masih sangat fluktuatif. Militer Israel telah membangun pos-pos pengamanan di sejumlah titik strategis, sementara Hizbullah dilaporkan masih menyimpan persenjataan berat di wilayah sipil. Kondisi ini menyulitkan upaya gencatan senjata yang diusulkan oleh beberapa pihak internasional.

Di sisi lain, Iran melalui IRGC terus mendorong agar pasukan Israel segera angkat kaki dari Lebanon. Mereka menyebut kehadiran militer Zionis sebagai bentuk pendudukan ilegal yang melanggar kedaulatan Lebanon. “Israel harus menarik seluruh pasukannya tanpa syarat. Rakyat Lebanon berhak menentukan nasibnya sendiri,” demikian bunyi pernyataan IRGC yang dikutip kantor berita lokal.

Namun, Israel tetap pada pendiriannya. Bagi Tel Aviv, pelucutan senjata Hizbullah merupakan prasyarat mutlak sebelum pembicaraan penarikan pasukan bisa dimulai. Mereka menuding Hizbullah, yang didukung penuh oleh Iran, telah menggunakan Lebanon selatan sebagai basis untuk melancarkan serangan ke wilayah Israel. Oleh karena itu, zona keamanan yang dibentuk dianggap sebagai langkah defensif yang sah.

Laporan Lurusin.com juga mencatat bahwa operasi militer Israel di Lebanon selatan telah menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Organisasi kemanusiaan internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan melindungi warga sipil. Meski demikian, baik Israel maupun Hizbullah tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi dalam waktu dekat.

Dengan sikap tegas dari kedua belah pihak, prospek perdamaian di perbatasan Lebanon-Israel masih sangat suram. Israel menegaskan tidak akan ragu mempertahankan kehadirannya selama ancaman masih ada, sementara Hizbullah dan pendukungnya mengutuk tindakan tersebut sebagai agresi. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan situasi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User