IHSG Ditutup Menguat 70 Poin ke 7.699 pada Perdagangan Rabu

Laporan Investigasi Redaksi Lurusin — Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diverifikasi redaksi Lurusin pada penutupan perdagangan Rabu (

Jul 08, 2026 - 20:59
0 0
IHSG Ditutup Menguat 70 Poin ke 7.699 pada Perdagangan Rabu
Laporan Investigasi Redaksi Lurusin — Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diverifikasi redaksi Lurusin pada penutupan perdagangan Rabu (10/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi dengan penguatan signifikan. Indeks ditutup di level 7.699,007, naik 70,402 poin atau 0,92% dari posisi penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. Pergerakan ini menghentikan pelemahan tipis yang terjadi pada awal pekan dan menempatkan indeks pada jalur positif di tengah sentimen global yang beragam.

Kronologi Pergerakan Indeks Sepanjang Hari

  1. Sesi Pra-pembukaan (08:45–09:00 WIB): Indikasi awal dari order book menunjukkan IHSG akan dibuka di area 7.635 dengan bias positif. Order beli dari investor domestik dan asing mendominasi, terutama pada saham sektor keuangan dan properti.
  2. Sesi I (09:00–12:00 WIB): IHSG dibuka di level 7.630,125 dan langsung bergerak fluktuatif. Dalam 30 menit pertama, indeks sempat terkoreksi ke level terendah harian di 7.610,450 akibat aksi ambil untung jangka pendek. Namun, tekanan jual mereda setelah rilis data ekonomi domestik yang lebih baik dari ekspektasi. Indeks perlahan rebound dan menutup sesi I di 7.672,880, menguat 46 poin dari pembukaan.
  3. Sesi II (13:30–16:15 WIB): Pasca-istirahat, aksi beli berlanjut didorong oleh investor institusi. Indeks menyentuh level tertinggi harian di 7.705,230 pada pukul 14:15 WIB. Volatilitas meningkat pada satu jam terakhir perdagangan, tetapi tidak ada gelombang jual besar. IHSG mempertahankan posisi di zona hijau hingga penutupan.
  4. Penutupan Akhir (16:15 WIB): IHSG resmi ditutup pada level 7.699,007, mengunci penguatan sebesar 70,402 poin atau 0,92 persen dari penutupan sebelumnya.

Data Transaksi dan Sektor Pendorong

  1. Nilai dan Volume Perdagangan: Total nilai transaksi mencapai Rp12,3 triliun dari 18,2 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1.102.345 kali transaksi. Volume perdagangan berada di atas rata-rata harian sepekan terakhir.
  2. Sektor Keuangan: Menjadi kontributor utama penguatan dengan kenaikan sebesar 1,4%. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,5% ke level Rp10.200 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 1,8%.
  3. Sektor Properti dan Real Estat: Menunjukkan kenaikan 1,1% setelah rilis data penjualan properti kuartal II-2025 yang menunjukkan pertumbuhan positif.
  4. Sektor Energi: Menjadi sektor dengan kinerja terlemah, terkoreksi tipis 0,3% akibat penurunan harga minyak mentah global.

Faktor Domestik dan Eksternal

  1. Kebijakan The Fed: Pelaku pasar merespons rilis risalah rapat bank sentral AS (Federal Reserve) yang mengisyaratkan penundaan penurunan suku bunga, sehingga mengurangi ketidakpastian aliran modal global.
  2. Nilai Tukar Rupiah: Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.320 per dolar AS, mendukung minat investor asing dan meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.
  3. Partisipasi Investor Asing: Data dari BEI mencatat aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing senilai Rp521 miliar di pasar reguler, melanjutkan tren net buy selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Redaksi Lurusin mengonfirmasi seluruh data di atas melalui pernyataan resmi Bursa Efek Indonesia dan pemantauan real-time dari RTI Business. Tidak ditemukan anomali transaksi atau gangguan sistem perdagangan pada periode tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User