Hangzhou — Alibaba Larang Penggunaan Claude Code Anthropic di Seluruh Jajaran Karyawan

Raksasa teknologi asal Tiongkok, Alibaba Group Holding, resmi memberlakukan larangan menyeluruh terhadap penggunaan Claude Code, perangkat pemrograman berb

Jul 08, 2026 - 02:58
0 0
Hangzhou — Alibaba Larang Penggunaan Claude Code Anthropic di Seluruh Jajaran Karyawan
Raksasa teknologi asal Tiongkok, Alibaba Group Holding, resmi memberlakukan larangan menyeluruh terhadap penggunaan Claude Code, perangkat pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Amerika Serikat, Anthropic. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh karyawan di semua lini bisnis perusahaan.

Kronologi Penerbitan Larangan Internal

Arahan internal yang melarang penggunaan Claude Code disebarluaskan oleh manajemen Alibaba kepada seluruh staf. Langkah ini diambil di tengah eskalasi perang teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang semakin memanas.
  1. Pekan ini: Alibaba mengeluarkan memo internal yang secara eksplisit melarang pemasangan, akses, dan penggunaan Claude Code di seluruh perangkat dan jaringan perusahaan.
  2. Latar belakang langsung: Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya pembatasan ekspor teknologi AS ke Tiongkok, termasuk kontrol terhadap perangkat lunak dan semikonduktor canggih yang menjadi tulang punggung pengembangan AI.
  3. Ruang lingkup larangan: Larangan mencakup semua karyawan tanpa pengecualian, mencerminkan kekhawatiran signifikan terhadap keamanan data dan risiko kebocoran kode sumber (source code) ke entitas di luar yurisdiksi Tiongkok.

Modus Operandi dan Alasan Keamanan

Claude Code adalah asisten pengkodean berbasis terminal yang dapat membaca, menulis, dan mengelola repository kode secara langsung. Alat ini memiliki akses mendalam ke basis kode dan lingkungan pengembangan, yang oleh Alibaba dinilai sebagai vektor risiko tinggi terhadap properti intelektual perusahaan.

Pihak keamanan internal Alibaba menilai bahwa penggunaan alat AI generatif yang terhubung ke server di luar negeri membuka celah bagi eksfiltrasi data sensitif secara tidak sengaja maupun sengaja. Kode sumber dan algoritma proprietary merupakan aset paling berharga dalam persaingan teknologi global saat ini.

Konteks Perang Teknologi AS-Tiongkok

Pembatasan ini bukan insiden yang terisolasi. Pemerintah AS di bawah berbagai administrasi telah secara progresif memperketat kontrol ekspor terhadap Tiongkok, menargetkan teknologi AI, semikonduktor, dan perangkat lunak pendukung. Tiongkok, melalui perusahaan nasionalnya, merespons dengan kebijakan protektif terhadap infrastruktur digital domestik.
  1. Agustus 2025: AS memperluas aturan kontrol ekspor yang mencakup perangkat lunak AI tertentu dan model dengan kemampuan di atas ambang batas komputasi yang ditetapkan.
  2. Respons industri Tiongkok: Perusahaan-perusahaan teknologi besar Tiongkok secara bertahap membatasi ketergantungan pada alat-alat buatan AS, beralih ke solusi domestik seperti model AI dari Alibaba Cloud (Tongyi Qianwen) dan pemain lokal lainnya.

Alternatif Internal dan Langkah ke Depan

Alibaba mengarahkan para pengembangnya untuk menggunakan solusi internal yang telah dikembangkan oleh divisi Alibaba Cloud. Langkah ini sejalan dengan strategi nasional Tiongkok untuk mencapai kemandirian teknologi (self-sufficiency) di sektor-sektor kritis.

Hingga saat ini, baik Alibaba maupun Anthropic belum memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan larangan ini. Namun, langkah ini diproyeksikan akan diikuti oleh perusahaan teknologi Tiongkok lainnya yang menghadapi risiko regulasi serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User