Denpasar — Rektor Unud Jagokan Prancis karena Warna Biru Almamater

Di tengah rangkaian konferensi pers yang membahas program strategis Universitas Udayana (Unud), Rektor Unud, I Ketut Sudarsana, mengungkapkan prediksinya u

Jul 08, 2026 - 06:47
0 0
Denpasar — Rektor Unud Jagokan Prancis karena Warna Biru Almamater

Di tengah rangkaian konferensi pers yang membahas program strategis Universitas Udayana (Unud), Rektor Unud, I Ketut Sudarsana, mengungkapkan prediksinya untuk gelaran Piala Dunia yang sedang berlangsung. Dalam momen santai tersebut, ia mengaku sempat mengalami kebimbangan sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada tim nasional Prancis. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela sesi tanya jawab dengan awak media, Kamis siang.

Kronologi Kebimbangan di Tengah Agenda Resmi

Rektor yang akrab disapa Ketut Sudarsana itu awalnya terlibat dalam diskusi serius mengenai rencana pengembangan institusi. Namun, di sela jeda, seorang jurnalis melemparkan pertanyaan ringan seputar Piala Dunia. Respons spontan yang diberikan lantas menjadi penutup hangat sebelum sesi berakhir.

  1. Momen Tanya Jawab: Saat dimintai pendapat tentang siapa kandidat juara, Sudarsana tampak berpikir sejenak. Ia mengaku baru saja mengikuti perkembangan turnamen tersebut dan masih ragu menentukan pilihan.
  2. Menyebut Tiga Kandidat Kuat: Dengan gaya reflektif, ia berkata, "Piala Dunia saat ini sebenarnya saya bingung antara Spanyol, Prancis, dan Argentina," seperti disaksikan langsung oleh tim reportase Lurusin. Ketiga negara tersebut memang kerap disebut-sebut sebagai favorit oleh pengamat sepak bola global.
  3. Penentuan Pilihan Akhir: Setelah beberapa detik melakukan pertimbangan di hadapan peserta, raut wajahnya berubah menjadi yakin. Ia pun mengumumkan pilihannya tanpa ragu: Prancis. Keputusan ini sekaligus menunjukkan ia telah mengeliminasi dua kandidat kuat lainnya, Spanyol dan Argentina, yang memiliki rekam jejak apik di turnamen internasional.

Alasan Sederhana yang Menghangatkan Suasana

Ketika ditanya lebih lanjut tentang latar belakang preferensinya, ia memberikan jawaban yang tak terduga. Bukannya menjabarkan analisis taktis atau kedalaman skuad, Sudarsana justru menyampaikannya dengan nada bercanda. Ia melihat adanya kesamaan antara identitas tim Les Bleus dengan institusi yang dipimpinnya.

"Tetapi saya melihat kok kayaknya Prancis ya? Karena warnanya juga biru, kan?" kelakarnya, yang langsung memicu tawa dari para peserta konferensi pers.

Pernyataan tersebut merujuk pada warna dominan jersey kandang tim nasional Prancis yang biru, persis dengan palet warna resmi Universitas Udayana. Warna biru tua merupakan bagian integral dari identitas visual almamater dan sering digunakan dalam berbagai atribut universitas, mulai dari bendera hingga seragam resmi. Alasan ini, meskipun terdengar sederhana, mampu mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara sosok Rektor dan identitas kampusnya.

Rangkaian Acara Berakhir dengan Keakraban

Momen singkat ini menjadi intermezo yang mencairkan suasana setelah serangkaian diskusi kebijakan yang cukup intens. Segera setelah pernyataan guyonnya, konferensi pers resmi dinyatakan selesai. Para peserta—yang terdiri dari staf rektorat, dosen, dan perwakilan media—kemudian meninggalkan ruangan dengan senyum dan obrolan ringan.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang menggambarkan keakraban tanpa sekat antara pimpinan universitas dan para jurnalis. I Ketut Sudarsana tampak santai dan meladeni beberapa permintaan swafoto. Suasana penuh canda tersebut menegaskan bahwa komunikasi publik tidak selalu harus kaku, bahkan bisa diselingi dengan momen-momen yang merekatkan hubungan dalam semangat yang lebih manusiawi. Kini, seluruh civitas academica Unud menantikan apakah prediksi sang Rektor akan terwujud di pentas dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User