ERIA Tunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow Bidang Inovasi

Lembaga think-tank kawasan, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), secara resmi menunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow untuk bidang inovasi. Penunjukkan i...

Jul 12, 2026 - 11:08
0 0
ERIA Tunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow Bidang Inovasi

Lembaga think-tank kawasan, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), secara resmi menunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow untuk bidang inovasi. Penunjukkan ini menandai babak baru dalam upaya lembaga tersebut memperkuat riset dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti di sektor ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi bagi negara-negara anggota ASEAN dan mitra Asia Timur.

Profil dan Jejak Karier Anbumozhi

Anbumozhi bukan nama asing dalam lingkaran riset ekonomi dan kebijakan pembangunan. Sebelum bergabung dengan ERIA, ia telah menapaki karier panjang sebagai ekonom dan analis kebijakan di berbagai organisasi multilateral dan lembaga riset. Keahliannya meliputi ekonomi inovasi, pembiayaan hijau, transisi energi, dan integrasi rantai pasok regional. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia dikenal atas kontribusinya dalam menjembatani kesenjangan antara riset akademis dan implementasi kebijakan di tingkat nasional maupun kawasan.

Di posisi barunya, Anbumozhi akan memimpin tim peneliti yang fokus pada pengembangan model ekosistem inovasi inklusif, transfer teknologi lintas batas, dan pengkajian dampak ekonomi dari transformasi digital. Penunjukkannya dipandang sebagai langkah strategis ERIA dalam merespons percepatan disrupsi teknologi yang mendorong negara-negara di kawasan untuk beradaptasi secara cepat dan kolaboratif.

Peran Strategis ERIA dalam Inovasi Regional

ERIA selama ini berfungsi sebagai jembatan pengetahuan antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi di Asia Timur dan ASEAN. Dengan kehadiran Anbumozhi, lembaga ini diharapkan mampu memperdalam riset di area yang selama ini masih minim dieksplorasi, seperti komersialisasi hasil riset, kebijakan hak kekayaan intelektual, dan mekanisme pendanaan inovatif untuk UMKM berbasis teknologi.

Direktur Eksekutif ERIA, dalam pernyataan tertulis, menekankan bahwa inovasi tidak hanya tentang penemuan baru, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan disebarluaskan dan diadopsi secara merata di seluruh lapisan masyarakat. "Anbumozhi memiliki visi yang selaras dengan misi kami, yakni menjadikan inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen ERIA untuk tidak sekadar memproduksi laporan akademis, melainkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang operasional dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Fokus Riset: Dari Transisi Hijau hingga Ketahanan Digital

Berdasarkan pemaparan awal, agenda riset yang akan diusung Anbumozhi mencakup empat pilar utama. Pertama, pendalaman integrasi rantai nilai inovasi antara negara maju dan berkembang di kawasan, sehingga tercipta simbiosis yang menguntungkan. Kedua, pengkajian kerangka regulasi yang mendukung ekosistem rintisan (startup) agar mampu bersaing di pasar global tanpa mengorbankan perlindungan konsumen. Ketiga, riset terapan tentang teknologi bersih dan ekonomi sirkular sebagai jawaban atas komitmen net-zero emission. Keempat, pengembangan indeks ketahanan digital untuk mengukur kesiapan setiap negara anggota dalam menghadapi guncangan siber dan transformasi kecerdasan buatan.

Anbumozhi, melalui sesi perkenalan virtual, menyampaikan bahwa kawasan Asia Timur dan ASEAN memiliki modal sosial dan ekonomi yang luar biasa besar, tetapi potensi tersebut seringkali terkotak-kotak oleh perbedaan standar teknis, kebijakan, dan tingkat literasi digital. "Tugas kami adalah menemukan benang merah yang bisa menyatukan kekuatan-kekuatan itu ke dalam satu ekosistem inovasi yang kohesif," kata Anbumozhi. "Riset kami nantinya harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit: bagaimana agar paten yang dihasilkan universitas tidak berakhir di rak, bagaimana agar UMKM bisa mengakses teknologi mutakhir dengan biaya terjangkau, dan bagaimana agar regulasi tidak mencekik inovasi itu sendiri."

Pendekatan multidisipliner menjadi ciri khas yang ditawarkannya. Tim yang dibangun tidak hanya diisi oleh ekonom, tetapi juga insinyur, sosiolog, dan pakar hukum teknologi. Dengan demikian, analisis yang dihasilkan diharapkan mampu menangkap kompleksitas nyata di lapangan, tidak hanya indikator makro yang kering. Rencana kerja tahun pertama mencakup pilot project di tiga negara ASEAN yang akan dijadikan model sebelum direplikasi di negara lain. Proyek tersebut akan mengukur kecepatan difusi teknologi ramah lingkungan di sektor manufaktur dan menghitung dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja hijau.

Penunjukkan Anbumozhi mendapat respons positif dari kalangan pelaku industri dan pengambil kebijakan. Beberapa kepala badan riset nasional di kawasan menyatakan antusiasme untuk bermitra, melihat rekam jejak dan jaringan internasional yang dimilikinya. Mereka berharap ERIA di bawah arahan barunya dapat lebih proaktif dalam memfasilitasi dialog kebijakan yang konkrit, tidak hanya reaktif terhadap tren global.

Dengan memperkuat divisi inovasi, ERIA menegaskan posisinya sebagai think-tank yang antisipatif terhadap perubahan zaman. Di tengah persaingan geopolitik yang turut memengaruhi arus teknologi, kehadiran pemikir sekaliber Anbumozhi dinilai krusial untuk memastikan bahwa kawasan Asia Timur dan ASEAN tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain kunci dalam penciptaan dan penyebaran inovasi global. Langkah ini menjadi sinyal bahwa riset dan kolaborasi saintifik adalah jalur utama menuju kemandirian ekonomi regional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User