ERIA Perkuat Riset Inovasi Lewat Penunjukan Venkatachalam Anbumozhi

Jakarta – Lembaga Riset Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA) secara resmi menunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow for Innovation. Langkah ini diharapkan dapat mengaksele...

Jul 12, 2026 - 12:32
0 0
ERIA Perkuat Riset Inovasi Lewat Penunjukan Venkatachalam Anbumozhi

Jakarta – Lembaga Riset Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur (ERIA) secara resmi menunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow for Innovation. Langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi penelitian dan perumusan kebijakan berbasis bukti di bidang inovasi, yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.

Anbumozhi, seorang ekonom dengan pengalaman lebih dari dua dekade di ranah pembangunan internasional, sebelumnya mengemban posisi penting di berbagai lembaga global. Kepakarannya mencakup spektrum luas: dari analisis ekosistem inovasi, pengembangan ekonomi digital, hingga mekanisme pembiayaan hijau. Di ERIA, figur asal India ini akan memimpin unit riset yang bertugas mengeksplorasi bagaimana negara-negara ASEAN dapat memanfaatkan terobosan teknologi untuk mengatasi tantangan struktural, mulai dari kesenjangan digital hingga transisi energi.

Riset Inovasi yang Kontekstual

Fokus utama Anbumozhi adalah merancang kerangka kebijakan yang adaptif terhadap disrupsi teknologi. Ia melihat bahwa ASEAN membutuhkan pendekatan inovasi yang tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan kapasitas dan tahap perkembangan masing-masing negara anggota. Salah satu proyek yang akan segera digulirkan adalah studi tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam rantai pasok regional, serta implikasinya bagi penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Selain AI, Anbumozhi juga akan memperdalam riset tentang fintech dan inklusi keuangan, dua sektor yang pertumbuhannya pesat di Asia Tenggara. Menurutnya, inovasi di sektor jasa keuangan digital dapat menjadi alat ampuh untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi ASEAN. “Transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga membangun kapasitas manusia dan regulasi yang mendukung,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Peran Strategis ERIA di Tengah Transformasi

ERIA sendiri sedang memperluas mandatnya dari penelitian perdagangan dan industri ke isu-isu baru seperti ekonomi sirkular, ketahanan energi, dan konektivitas digital. Dalam konteks inilah kehadiran Anbumozhi menjadi krusial. Pengalamannya menjembatani dialog kebijakan antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi di Asia Selatan dan Tenggara diyakini akan memperkaya perspektif riset ERIA.

Presiden ERIA, dalam sambutannya, menyatakan optimismenya. “Dr. Anbumozhi membawa kombinasi langka antara kedalaman akademis dan pengalaman praktis di lapangan. Kami yakin kontribusinya akan mendorong lahirnya kebijakan inovasi yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan bagi seluruh anggota ASEAN,” ungkap pejabat tinggi lembaga itu. Riset-risetnya nanti diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademis, tetapi juga masukan konkret bagi KTT Asia Timur dan ASEAN.

Tantangan dan Peluang

Meski optimistis, Anbumozhi menyadari tantangan yang menghadang. Kesenjangan infrastruktur digital, minimnya investasi litbang, serta perbedaan regulasi antarnegara adalah isu klasik yang kerap menghambat laju inovasi di kawasan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas batas dan berbagi praktik terbaik. Ia mencontohkan bagaimana Jepang dan Korea Selatan yang tergabung dalam KTT Asia Timur telah berhasil menciptakan ekosistem inovasi yang matang, dan pengalaman itu bisa diadaptasi.

Selain itu, pendanaan riset di tingkat regional juga perlu diperkuat. Anbumozhi berencana mengadvokasi pembentukan Dana Inovasi ASEAN melalui ERIA, yang akan digunakan untuk mendukung proyek percontohan inovasi di negara-negara dengan kapasitas riset terbatas. Gagasan ini mendapat sambutan awal dari beberapa mitra dialog. “Inovasi tidak bisa tumbuh di ruang hampa. Ia butuh ekosistem, pendanaan, dan yang terpenting, keberpihakan kebijakan,” tegasnya.

Dengan latar belakang yang kuat dan visi yang jelas, penunjukan Venkatachalam Anbumozhi dipandang sebagai suntikan segar bagi lanskap riset di ASEAN. Publik kini menanti studi-studi pertamanya yang dijadwalkan rilis pada kuartal ketiga tahun ini, yang akan fokus pada indeks kesiapan inovasi digital negara-negara anggota.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User