Waspada Link Cek Bansos PKH dan BPNT Rp1,5 Juta, Ini Faktanya

Sebuah pesan berantai beredar di media sosial yang mengklaim terdapat tautan untuk mengecek status penerimaan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dengan n...

Jul 12, 2026 - 12:30
0 0
Waspada Link Cek Bansos PKH dan BPNT Rp1,5 Juta, Ini Faktanya

Sebuah pesan berantai beredar di media sosial yang mengklaim terdapat tautan untuk mengecek status penerimaan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dengan nominal fantastis, yakni Rp1.500.000. Pesan ini ramai dibagikan di berbagai grup percakapan dan platform, memicu rasa penasaran publik yang tengah menanti pencairan bansos.

Klaim itu menyertakan sebuah pranala tidak resmi yang mengarahkan pengguna ke laman menyerupai formulir pendaftaran. Narasi yang menyertainya mengesankan bahwa pemerintah sedang membuka pendataan ulang dan setiap warga berhak mendapatkan dana bantuan tersebut hanya dengan mengisi data diri. Namun, pengamatan lebih mendalam menunjukkan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah pada modus penipuan.

Konstruksi Klaim yang Beredar

Pesan tersebut pertama kali terlihat di unggahan Facebook dan menyebar cepat melalui WhatsApp. Tangkapan layar yang diabadikan menunjukkan sebuah situs dengan desain ala kadarnya, lengkap dengan logo lembaga yang dipalsukan untuk menimbulkan kesan resmi. Dalam pesan, pengguna diminta memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, hingga data sensitif lainnya, dengan iming-iming akan langsung terdaftar sebagai penerima bansos senilai Rp1,5 juta.

Tidak ada satu pun lembaga pemerintah yang mengumumkan pencairan bansos dengan nominal Rp1.500.000 secara seragam. Besaran bantuan PKH dan BPNT telah diatur dalam regulasi dan bervariasi sesuai komponen penerima. Oleh karena itu, klaim bahwa semua orang berhak mendapatkan nominal yang sama patut dicurigai sejak awal.

Verifikasi Terhadap Fakta Sebenarnya

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, situs yang dicantumkan dalam pesan bukanlah alamat resmi milik Kementerian Sosial. Situs resmi untuk mengecek bansos adalah cekbansos.kemensos.go.id, yang dikelola langsung oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial. Situs ini hanya menampilkan informasi penerima berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tanpa meminta data pribadi tambahan melalui formulir daring.

Penelusuran lebih lanjut menggunakan alat identifikasi domain menunjukkan bahwa pranala yang dimaksud menggunakan domain gratisan dan baru dibuat beberapa hari sebelum pesan menyebar. Karakteristik ini lazim ditemukan pada situs phishing yang bertujuan mengumpulkan data pribadi korban. Kemensos secara tegas melarang masyarakat mengakses tautan tidak resmi yang mengatasnamakan program bansos.

Besaran PKH sendiri diatur sesuai Peraturan Menteri Sosial. Komponen bantuan meliputi ibu hamil (Rp750.000 per tahap), anak usia dini (Rp750.000 per tahap), siswa SD (Rp225.000 per tahap), siswa SMP (Rp375.000 per tahap), siswa SMA (Rp500.000 per tahap), lansia (Rp600.000 per tahap), dan disabilitas berat (Rp600.000 per tahap). Tahap pencairan dilakukan empat kali setahun. Dengan demikian, tidak ada komponen yang jika dijumlahkan menghasilkan Rp1,5 juta sekaligus pada satu kali pencairan. Sementara itu, BPNT disalurkan Rp200.000 per bulan per keluarga penerima manfaat, bukan nominal jutaan rupiah.

Respons Lembaga Resmi

Kementerian Sosial melalui kanal komunikasi resminya berkali-kali mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap modus penipuan berkedok bansos. Semua informasi resmi disampaikan melalui situs kemensos.go.id, media sosial terverifikasi, atau pendamping sosial di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membagikan tautan mencurigakan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga memberikan panduan serupa: jangan pernah memasukkan data pribadi ke laman yang tidak dikenal, karena berpotensi disalahgunakan untuk pinjaman online ilegal atau pembobolan akun. Penipu kerap memanfaatkan momen pencairan bansos untuk melancarkan aksinya ketika harapan masyarakat sedang tinggi.

Kesimpulan Verifikasi

Berdasarkan seluruh temuan, klaim adanya tautan untuk mengecek dan mendapatkan bansos PKH serta BPNT senilai Rp1.500.000 adalah hoaks. Tautan yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke laman phishing yang berpotensi mencuri data pribadi. Nominal yang disebutkan tidak sesuai dengan ketentuan pencairan bansos yang berlaku. Pemerintah tidak pernah meminta warga mengisi data diri melalui tautan di media sosial untuk mendapatkan bantuan.

Kami mengimbau masyarakat hanya merujuk pada kanal-kanal resmi seperti cekbansos.kemensos.go.id atau langsung mendatangi kantor dinas sosial setempat. Jangan mudah tergiur oleh janji bantuan besar yang meminta data pribadi via tautan mencurigakan. Silakan laporkan pesan serupa melalui kanal aduan Kominfo atau BSSN agar segera ditindaklanjuti.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User