DPR Gelar Rapat Paripurna ke-22, 293 Anggota Hadir Langsung
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menggelar rapat paripurna pada Selasa (30/6/2026) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Rapat paripurna ke-22 masa persidang
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menggelar rapat paripurna pada Selasa (30/6/2026) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Rapat paripurna ke-22 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 ini dihadiri oleh 293 anggota dewan dari total 575 anggota, menunjukkan tingkat kehadiran yang cukup tinggi. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, didampingi dua Wakil Ketua DPR, yaitu Saan Mustopa dan Sari Yuliati.
Pantauan Lurusin.com, rapat dimulai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sebelum memasuki agenda utama, Puan Maharani terlebih dahulu membacakan daftar hadir anggota. "Berdasarkan laporan sekretariat, jumlah anggota yang telah menandatangani daftar hadir adalah 293 orang. Dengan demikian, kuorum telah tercapai dan rapat paripurna dapat dilanjutkan," ujar Puan di hadapan peserta sidang.
Agenda Strategis Menanti
Belum ada pernyataan resmi mengenai agenda spesifik yang akan dibahas dalam rapat kali ini. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah isu strategis diperkirakan akan menjadi sorotan, termasuk pengesahan rancangan undang-undang (RUU) yang sedang dalam proses pembahasan, serta evaluasi kinerja alat kelengkapan dewan (AKD) sepanjang masa persidangan V. Kehadiran 293 anggota ini mencerminkan komitmen para wakil rakyat untuk membahas hal-hal krusial menyangkut kepentingan nasional.
Kehadiran 293 dari 575 anggota DPR atau sekitar 51 persen ini telah memenuhi syarat kuorum sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPR. Artinya, keputusan yang diambil dalam rapat paripurna akan memiliki legitimasi hukum yang kuat. Meski demikian, masih terdapat 282 anggota yang tidak hadir karena berbagai alasan, seperti tugas di daerah pemilihan, kegiatan reses, atau agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Sidang paripurna merupakan forum tertinggi di DPR yang menjadi wadah pengambilan keputusan kolektif. Seluruh fraksi diwajibkan mengirimkan wakilnya untuk memastikan representasi yang adil. Dari pantauan, hampir seluruh fraksi telah menempatkan perwakilannya di ruang sidang, meski beberapa kursi terlihat kosong karena keterbatasan ruang dan penerapan protokol kesehatan yang masih berlaku secara terbatas.
"Rapat paripurna hari ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan konkret yang berdampak langsung pada masyarakat," ujar salah satu anggota dewan yang enggan disebutkan namanya kepada Lurusin.com usai sidang.
Rapat paripurna ke-22 ini merupakan bagian dari rangkaian persidangan V tahun sidang 2025-2026 yang akan berakhir pada pertengahan Juli mendatang. Sejumlah agenda besar masih menanti untuk diselesaikan, termasuk pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran berikutnya serta beberapa rancangan undang-undang prioritas lainnya. Dengan waktu yang semakin sempit, intensitas rapat diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Puan Maharani yang memimpin sidang menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang hadir. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam setiap pengambilan keputusan agar produk legislasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat. "Kami berharap seluruh anggota dapat memberikan kontribusi terbaiknya, sehingga setiap undang-undang yang disahkan nanti benar-benar pro-rakyat," tandasnya.
Lurusin.com akan terus memantau jalannya rapat paripurna dan perkembangan agenda pembahasan yang berlangsung. Laporan lengkap akan disajikan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Comments (0)