Dasco Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir Pekan Ini Usai Koordinasi Intensif
Jakarta – Masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Jawa akhirnya bisa bernapas lega. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan jaminan bahwa pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan dalam
Jakarta – Masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Jawa akhirnya bisa bernapas lega. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan jaminan bahwa pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan dalam beberapa waktu terakhir tidak akan terjadi lagi. Kepastian itu muncul setelah ia bersama sejumlah pihak terkait menggelar rapat koordinasi maraton.
Laporan yang dihimpun media kami mengungkapkan, pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero), Kejaksaan, serta Kepala Badan Intelijen Negara. Dasco menyebut semua pihak telah mengurai akar masalah secara mendetail.
“Kemarin kita sudah rapat bersama dengan Kementerian ESDM, dengan PLN, dengan Kejaksaan, dengan Kepala Badan Intelijen Negara. Kita urai satu per satu sehingga insyaallah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini dan minggu ke depan,” ujarnya di acara Rakernas KSPI, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).
Dasco menekankan bahwa gangguan pasokan listrik ini bukan sekadar persoalan teknis di sisi pembangkit. Lebih dari itu, dampaknya langsung menusuk ke sendi-sendi kehidupan rakyat. Mulai dari rumah tangga yang aktivitasnya terhambat, layanan kesehatan yang khawatir akan pasokan alat, hingga sektor usaha kecil yang omzetnya tergerus. Kondisi ini dinilai sangat serius karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
Politikus Partai Gerindra ini menyoroti dampak domino pemadaman terhadap produktivitas industri. Menurutnya, jika mesin-mesin pabrik terus berhenti bergilir, maka efisiensi produksi akan anjlok. Ujungnya, hal itu turut mengancam kelangsungan kerja para buruh. Ia mengingatkan bahwa kestabilan listrik adalah salah satu urat nadi perekonomian nasional yang harus dijaga bareng-bareng.
Pemerintah dan DPR sepakat bahwa pemadaman bergilir selama ini terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, termasuk gangguan pasokan energi primer dan pemeliharaan pembangkit yang waktunya bersamaan. Kini, setelah koordinasi di level tinggi, sejumlah langkah darurat langsung disiapkan untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Beleid yang selama ini menghambat koordinasi lintas lembaga pun coba disingkirkan agar distribusi tidak lagi terganggu.
Langkah sigap ini juga mendapat perhatian dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Mereka berharap agar koordinasi semacam ini tidak hanya terjadi saat krisis, melainkan menjadi forum rutin. Dengan begitu, risiko pemadaman massal bisa dideteksi lebih dini sebelum meluas. Pemerintah pun diminta transparan dalam mengomunikasikan jadwal pemeliharaan agar masyarakat bisa menyesuaikan diri.
Dengan adanya jaminan dari pimpinan dewan, publik kini menanti realisasi di lapangan. Warga berharap tak lagi harus menerima jadwal mati lampu dadakan yang kerap memutus rantai kegiatan harian mereka. Sementara itu, pihak PT PLN dijadwalkan segera menyampaikan perkembangan teknis terbaru untuk memastikan sistem kelistrikan kembali normal sepenuhnya.
Comments (0)