coba, Siti Bangun Usaha Kikil hingga Penghasilan Puluhan Juta
Sebuah bangunan berdinding seng di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, menyimpan cerita tentang ketekunan Siti Fatmawati. Di tempat yang jauh dari kesan mewah itu, ia mengolah kikil menjadi sumber pe
Sebuah bangunan berdinding seng di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, menyimpan cerita tentang ketekunan Siti Fatmawati. Di tempat yang jauh dari kesan mewah itu, ia mengolah kikil menjadi sumber penghasilan yang kini mencapai puluhan juta setiap bulan.
Usaha Siti berawal dari keisengan belasan tahun silam. Tanpa pengalaman dan modal besar, ia memberanikan diri memproses kikil—bagian dari kaki sapi yang sering dipandang sebelah mata. Siapa sangka, langkah kecil itu perlahan berubah menjadi bisnis yang menjanjikan.
Lokasi produksi kikil milik Siti berada di pinggir Jalan Raya Serang-Setu. Dari jalan utama, tempat itu hampir tak terlihat. Posisinya sedikit menurun, dengan bangunan sederhana dari kayu dan seng. Namun, begitu memasuki ruangan, aktivitas produksi langsung tampak. Deretan drum plastik biru berjajar rapi, masing-masing menampung bahan baku yang tengah melalui tahap pengolahan.
Di sinilah Siti bersama sejumlah pekerja menjalankan proses panjang setiap hari. Mulai dari pembersihan, perebusan, hingga pengemasan, semua dilakukan dengan penuh ketelitian. Kini, ia mampu memproduksi ratusan kilogram kikil per hari untuk memenuhi pesanan dari sejumlah wilayah.
“Dulu cuma iseng. Sekarang alhamdulillah bisa menghidupi keluarga dan punya pelanggan tetap,” ujar Siti saat media kami temui di tempat produksinya.
Kunci keberhasilan Siti terletak pada konsistensi menjaga kualitas. Ia selalu memastikan kikil yang dihasilkan bersih dan empuk sebelum dikirim. Prinsip sederhana itu membuat pelanggan semakin percaya, sehingga permintaan terus mengalir.
Dari omzet awalnya yang hanya puluhan ribu rupiah, kini penghasilan per bulan bisa menembus puluhan juta. Capaian itu menjadi bukti bahwa usaha yang dirintis dengan kesungguhan mampu membawa perubahan besar.
Tidak hanya menghidupi keluarga, Siti juga memberdayakan sejumlah warga sekitar. Dengan begitu, usaha kecil ini memberi dampak ganda: menopang ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja di lingkungannya.
Kisah inspiratif semacam ini menjadi pengingat bagi para pelaku UMKM bahwa usaha dari nol pun bisa menjadi tumpuan ekonomi bila dijalani dengan serius. Potret perjalanan Siti selengkapnya dapat Anda simak di Lurusin.com.
Comments (0)