Chrome Resmi Akhiri Ekstensi Manifest V2 pada 31 Agustus

Setelah lebih dari empat tahun penundaan dan perdebatan sengit, Google Chrome akhirnya menetapkan 31 Agustus sebagai batas akhir dukungan terhadap ekstensi

Jul 11, 2026 - 13:37
0 0
Chrome Resmi Akhiri Ekstensi Manifest V2 pada 31 Agustus

Setelah lebih dari empat tahun penundaan dan perdebatan sengit, Google Chrome akhirnya menetapkan 31 Agustus sebagai batas akhir dukungan terhadap ekstensi berbasis Manifest V2. Keputusan ini menandai peralihan penuh ke Manifest V3, platform ekstensi yang lebih ketat namun diklaim lebih aman dan efisien. Bagi jutaan pengguna, ini berarti sejumlah ekstensi favorit—terutama pemblokir iklan—bisa berhenti berfungsi permanen.

Perjalanan Panjang dari V2 ke V3

Google pertama kali mengumumkan Manifest V3 pada 2018 sebagai respons terhadap penyalahgunaan ekstensi V2 yang sering memperlambat peramban dan mencuri data pengguna. Manifest V2 mengizinkan akses tak terbatas ke webRequest API, yang memungkinkan ekstensi membaca dan memblokir seluruh lalu lintas jaringan—fitur vital bagi pemblokir iklan seperti uBlock Origin. V3 menggantinya dengan declarativeNetRequest yang membatasi jumlah aturan filter dan memproses blokir di level peramban, bukan ekstensi.

Awalnya, transisi dijadwalkan rampung pada 2023, namun protes dari pengembang dan pengguna memaksa Google mundur. Kini, setelah beberapa kali perpanjangan tenggat, 31 Agustus menjadi garis akhir yang tidak bisa ditawar. Ekstensi V2 yang masih terpasang akan dinonaktifkan dan tidak bisa diaktifkan kembali melalui toko resmi.

Kontroversi dan Dampak pada Pengguna

Peralihan ini tetap menuai kritik. Pengembang pemblokir iklan berpendapat bahwa batasan jumlah aturan di V3 melemahkan kemampuan mereka melawan iklan kompleks dan pelacak. Raymond Hill, pengembang uBlock Origin, menyebut V3 sebagai "langkah mundur untuk privasi pengguna" dan memilih merilis uBlock Origin Lite yang kompatibel namun dengan fitur terbatas. Beberapa pengguna melaporkan bahwa iklan lolos di bawah V3.

"Kami memahami kekhawatiran, namun prioritas kami adalah melindungi miliaran pengguna dari ancaman keamanan yang terus berkembang. V3 membuat web lebih cepat dan ekstensi lebih bertanggung jawab," tegas John Porter, Senior Engineering Manager Chrome Extensions.

Meski demikian, pengembang lain telah beradaptasi: lebih dari 90% ekstensi di Chrome Web Store kini sudah menggunakan Manifest V3, menurut data internal Google.

Aksi Cepat Pengguna Sebelum Tenggat

Untuk menghindari gangguan, pengguna disarankan segera memeriksa daftar ekstensi di chrome://extensions. Tanda "Manifest V2" akan muncul pada ekstensi yang terimbas. Alternatif V3 biasanya tersedia; jika tidak, pengguna bisa beralih ke peramban berbasis Chromium yang masih mendukung V2 atau menggunakan Firefox yang tetap memelihara kompatibilitas V2. Bagi yang memprioritaskan privasi, menyiapkan DNS-based ad blocking bisa menjadi solusi sementara.

Keputusan ini menutup satu babak dalam sejarah web modern. Meski pahit bagi sebagian kalangan, Google optimistis V3 akan menjadi fondasi ekstensi yang lebih sehat dan tepercaya di masa depan.

[SOCIAL_TWEET]: Hitung mundur! Chrome bakal hapus semua ekstensi Manifest V2 mulai 31 Agustus. uBlock Origin? Tamat. Saatnya beralih ke alternatif V3 atau cari peramban lain. Privacy mode ON? 🛡️ #ChromeUpdate #ManifestV2 #ublockorigin[SOCIAL_TG]: 🚫Mulai 31 Agustus, Chrome setop dukung ekstensi Manifest V2. Cek ekstensi kamu sekarang, terutama ad blocker! Alternatif V3 tersedia, tapi fiturnya mungkin nggak sama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User