Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Chamonix 2026
Chamonix, Prancis — Dua pemanjat tebing andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, berhasil menembus putaran final nomor speed putr
Chamonix, Prancis — Dua pemanjat tebing andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, berhasil menembus putaran final nomor speed putri dalam ajang IFSC Climbing World Cup Series Chamonix 2026. Kepastian itu diperoleh setelah keduanya tampil konsisten pada babak semifinal yang berlangsung di dinding panjat Place du Mont Blanc, Sabtu (11/7/2026) siang waktu setempat.
Jejak Langkah Menuju Puncak
Perjalanan ke partai puncak tidak mudah. Berikut kronologi yang mengantarkan Desak Made dan Kadek Adi ke 16 besar final:
- Babak Kualifikasi (10/7/2026): Desak Made mencatat waktu 6,82 detik, sementara Kadek Adi menorehkan 7,01 detik. Keduanya lolos mulus ke semifinal.
- Semifinal (11/7/2026): Desak Made kembali menjadi yang tercepat dengan 6,74 detik — hanya selisih 0,08 detik dari rekor dunia. Kadek Adi menunjukkan determinasi luar biasa, menajamkan waktunya menjadi 6,93 detik, mengungguli wakil Jepang dan Polandia.
Kekuatan Baru Panjat Tebing Indonesia
Keberhasilan ini menegaskan peta kekuatan panjat tebing dunia yang kini tidak bisa mengabaikan Indonesia. Desak Made, yang akrab disapa “Ratu Speed”, merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Sementara Kadek Adi Asih, meski lebih muda, terus menunjukkan peningkatan performa sejak debut internasionalnya di seri Asian Games 2025. Pelatih kepala tim nasional, Hendra Basir, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa hasil ini adalah buah dari pemusatan latihan intensif di ketinggian selama dua bulan penuh di Cikole, Lembang.
“Kami matangkan teknik start dan transisi pijakan dengan menganalisis data video lawan. Target kami bukan sekadar podium, tapi memecahkan rekor dunia di sirkuit ini,” ujar Hendra.
Jadwal Final dan Peluang
Putaran final akan digelar pada Minggu (12/7/2026) pukul 19.30 CET atau Senin dini hari WIB. Format final menggunakan sistem knock-out head-to-head. Berdasarkan seeding, Desak Made berada di jalur atas bersama wakil Amerika Serikat dan Tiongkok, sedangkan Kadek Adi akan berhadapan dengan pemanjat tuan rumah yang juga juara bertahan.
Pengamat olahraga, Yunus Rasyid, menilai konsistensi Desak Made dalam menjaga ritme di bawah 7 detik adalah bekal utama. “Jika mampu mengulang pola semifinal, bukan tidak mungkin dua nama Indonesia berdiri di podium sekaligus,” katanya. Sementara itu, Kadek Adi diyakini memiliki kejutan setelah memperbaiki teknik dyno yang selama ini menjadi kelemahannya.
Dengan hasil ini, Indonesia memastikan memiliki dua dari 16 finalis terbaik dunia di nomor speed putri, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia IFSC. Dukungan dari Tanah Air membanjiri media sosial, dengan tagar #IndonesiaMendaki yang kembali trending.
[SOCIAL_TWEET]: Desak Made dan Kadek Adi lolos ke final speed putri Chamonix 2026! Desak Made catat 6,74 detik, Kadek Asih 6,93 detik — semua finalis dunia. Mampukah bendera Merah Putih berkibar di puncak Mont Blanc? #IndonesiaMendaki #IFSC2026 #Chamonix[SOCIAL_TG]: 🧗♀️ Hasil semifinal Chamonix 2026: Desak Made 6,74 detik, Kadek Asih 6,93 detik. Keduanya lolos ke final! Dukung terus malam ini.
Comments (0)