China — Xu Peng Tinggalkan Akting, Pilih Jualan Sayur Karena AI

Industri hiburan China kembali diguncang oleh dampak revolusi kecerdasan buatan. Seorang aktor drama China (dracin) bernama Xu Peng baru-baru ini mengumumk

Jul 11, 2026 - 06:37
0 0
China — Xu Peng Tinggalkan Akting, Pilih Jualan Sayur Karena AI

Industri hiburan China kembali diguncang oleh dampak revolusi kecerdasan buatan. Seorang aktor drama China (dracin) bernama Xu Peng baru-baru ini mengumumkan keputusannya untuk menghentikan total karier aktingnya dan kembali ke kampung halaman sebagai penjual sayur. Keputusan drastis ini diambil setelah ia semakin sulit mendapatkan peran akibat dominasi teknologi AI dalam produksi drama-drama di Negeri Tirai Bambu.

Xu Peng, yang dikenal melalui sejumlah peran pendukung di drama kolosal dan romansa modern, mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, tawaran pekerjaan untuk aktor kelas menengah seperti dirinya menurun hingga lebih dari 70 persen. Penyebabnya tak lain adalah masifnya penggunaan AI generatif yang mampu menciptakan karakter virtual, mengisi suara, bahkan menggantikan figuran dan aktor pendukung secara digital.

Perjalanan Karier yang Terhenti Mendadak

Xu Peng memulai kariernya di dunia hiburan China pada tahun 2015. Selama hampir satu dekade, ia membangun reputasi sebagai aktor karakter yang andal, tampil di lebih dari 20 judul drama televisi dan beberapa film layar lebar. Namun, titik balik mulai terasa pada awal 2024 ketika rumah produksi besar seperti Huace Media dan Ciwen Media mulai mengadopsi teknologi AI secara agresif untuk menekan biaya produksi.

  1. 2015-2020: Xu Peng aktif di dunia akting, membintangi drama-drama populer dan membangun basis penggemar.
  2. 2021-2023: Mulai merasakan persaingan ketat, namun masih mendapatkan peran reguler.
  3. Awal 2024: Rumah produksi besar mengumumkan integrasi AI dalam pipeline produksi drama.
  4. Pertengahan 2024: Tawaran peran untuk aktor non-A-list menurun drastis, termasuk yang dialami Xu Peng.
  5. Akhir 2025: Xu Peng hanya mendapatkan satu proyek kecil sepanjang tahun.
  6. Juli 2026: Xu Peng mengumumkan pengunduran diri dari industri hiburan dan pulang kampung.
"Saya mencintai akting. Tapi kenyataannya, AI sekarang bisa melakukan apa yang saya lakukan dengan biaya sepersepuluhnya. Saya harus realistis dan mencari jalan hidup baru," ujar Xu Peng dalam unggahan media sosialnya yang viral.

Dominasi AI di Industri Drama China

Fenomena yang dialami Xu Peng bukanlah kasus terisolasi. Menurut laporan Asosiasi Industri Film dan Televisi China, lebih dari 15.000 aktor dan kru produksi kehilangan pekerjaan sepanjang tahun 2025 akibat otomatisasi berbasis AI. Teknologi seperti deepfake, text-to-video generation, dan AI voice cloning telah mengubah lanskap produksi secara fundamental.

Rumah produksi kini dapat menciptakan adegan massal dengan ribuan figuran digital, menghasilkan dialog dalam puluhan bahasa tanpa pengisi suara manusia, dan bahkan "menghidupkan kembali" aktor-aktor legendaris yang telah meninggal dunia. Semua ini dilakukan dengan biaya yang jauh lebih rendah dan waktu produksi yang lebih singkat.

Keputusan Pulang Kampung dan Memulai Bisnis Sayur

Xu Peng kini menetap di kampung halamannya di Provinsi Henan, China tengah. Ia memanfaatkan lahan keluarga seluas 2.000 meter persegi untuk bercocok tanam sayuran organik seperti sawi, bayam, dan tomat. Setiap pagi, ia berjualan di pasar tradisional setempat dengan penghasilan yang meskipun jauh dari bayaran akting, cukup untuk menghidupi keluarganya.

"Dulu saya berlakon sebagai pedagang di drama. Sekarang saya benar-benar menjadi pedagang. Ironis, tapi ini hidup yang lebih jujur," katanya sambil tersenyum dalam sebuah wawancara dengan media lokal.

Dampak Lebih Luas pada Industri Kreatif

Para pengamat industri memperingatkan bahwa gelombang PHK akibat AI di sektor hiburan China bisa menjadi pertanda bagi industri kreatif global. Profesor Li Wei dari Beijing Film Academy menyatakan bahwa tanpa regulasi yang jelas, AI bisa memusnahkan kelas pekerja kreatif menengah dalam waktu kurang dari lima tahun.

  • Lebih dari 15.000 pekerja industri film China terdampak AI sepanjang 2025.
  • Biaya produksi drama turun hingga 60% dengan penggunaan AI generatif.
  • 40% rumah produksi China kini menggunakan AI untuk setidaknya satu aspek produksi.
  • Profesi paling terdampak: figuran, pengisi suara, penulis naskah, dan aktor pendukung.

Kisah Xu Peng menjadi cerminan pahit dari disrupsi teknologi yang tidak terbendung. Di saat industri memuji efisiensi, ribuan pekerja kreatif harus merelakan mimpi mereka dan mencari penghidupan baru, bahkan jika itu berarti kembali ke tanah leluhur dan memulai segalanya dari nol.

[SOCIAL_TWEET]: Tak dapat peran karena digantikan AI, aktor dracin Xu Peng putuskan pulang kampung dan jadi penjual sayur. Lebih dari 15.000 pekerja film China terdampak otomatisasi AI sepanjang 2025. Sebuah realita pahit revolusi teknologi. #AI #DramaChina #DisrupsiTeknologi[SOCIAL_TG]: 🎬➡️🥬 Dari layar kaca ke lapak sayur. Aktor China Xu Peng berhenti akting karena kalah saing dengan AI. Kini ia jualan sayur di kampung halaman. Ironis tapi nyata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User