China — Ratusan Konsumen Keluhkan Atap Bocor di BYD Fang Cheng Bao Ti7
SUV listrik andalan BYD, Fang Cheng Bao (FCB) Ti7, tengah menghadapi ujian berat di pasar domestik, China. Model yang sebelumnya diprediksi menjadi bintang
SUV listrik andalan BYD, Fang Cheng Bao (FCB) Ti7, tengah menghadapi ujian berat di pasar domestik, China. Model yang sebelumnya diprediksi menjadi bintang baru di segmen kendaraan listrik premium justru menuai protes tajam dari para pemilik terkait masalah atap bocor. Fenomena ini tidak hanya mencoreng citra kendaraan yang dibanderol mulai dari 289.800 yuan tersebut, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai konsistensi kontrol kualitas lini produksi BYD. Ratusan konsumen membanjiri platform media sosial dan forum otomotif dengan keluhan serupa, mengindikasikan bahwa masalah ini bukan sekadar cacat unit tertentu, melainkan berpotensi menjadi kelemahan desain atau material pada komponen atap panoramik.
Gelombang Keluhan di Platform Digital
Sejak pekan pertama Mei 2026, jagat maya otomotif China diramaikan oleh unggahan para pemilik Fang Cheng Bao Ti7 yang mengeluhkan rembesan air di sekitar bingkai sunroof panoramik. Laporan paling awal muncul di Weibo dan forum Autohome, dengan foto dan video yang memperlihatkan tetesan air masuk ke kabin—bahkan pada beberapa kasus, air turun langsung ke jok pengemudi. Data yang dihimpun oleh platform pengaduan konsumen terkemuka, 12365auto.com, mencatat setidaknya 163 laporan resmi terkait kebocoran hanya dalam waktu 10 hari. Angka ini melonjak hampir 300% dibandingkan keluhan serupa pada model BYD lainnya di periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Saya membeli mobil ini karena percaya pada reputasi BYD sebagai pemimpin kendaraan listrik. Baru sebulan pemakaian, setiap kali hujan deras, air menetes dari atas kaca spion dalam. Ini bukan pengalaman premium,” ujar salah satu pemilik asal Wuhan melalui unggahan video yang telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali.
Pola keluhan menunjukkan konsistensi yang mengkhawatirkan: kebocoran mayoritas terjadi pada sambungan antara glass roof fixed panel dengan rangka baja, tepat di atas area A-pillar penumpang depan. Beberapa konsumen melaporkan bahwa setelah pengeringan, noda air meninggalkan bekas kerak kapur permanen pada pelapis langit-langit berbahan Alcantara, memicu tambahan biaya perbaikan interior yang tidak ditanggung garansi standar.
Kronologi dan Bukti Visual
Dokumentasi yang beredar menunjukkan bahwa kebocoran mulai terdeteksi sejak musim hujan China bagian selatan pada April-Mei 2026. Seorang pemilik asal Shenzhen mempublikasikan uji coba semprotan air bertekanan yang secara jelas memperlihatkan titik rembesan di segel karet atap. Video tersebut dengan cepat viral di platform Douyin dan memicu puluhan pemilik lain untuk melakukan uji serupa—hasilnya, 7 dari 10 unit yang diuji secara independen menunjukkan gejala kebocoran dengan tingkat keparahan berbeda.
Fakta kunci: Model Ti7 menggunakan konstruksi atap kaca panoramik tetap berukuran 2,1 meter persegi dengan sistem peredam UV 99%. Material segel berbasis EPDM seharusnya memiliki toleransi suhu -40°C hingga 120°C. Namun, inspeksi awal oleh bengkel resmi BYD pada beberapa unit yang dikomplain menunjukkan deformasi seal akibat pemasangan yang tidak presisi, serta celah mencapai 0,8 mm—di luar toleransi desain 0,3 mm. Temuan ini mengarah pada dugaan masalah di jalur perakitan, bukan cacat material bawaan.
Respons BYD dan Langkah Perbaikan
Pihak BYD melalui pernyataan resmi di akun WeChat Fang Cheng Bao pada 18 Mei 2026 mengakui adanya “laporan terbatas” mengenai atap bocor dan telah membentuk tim investigasi khusus. Perusahaan menawarkan inspeksi gratis untuk seluruh pemilik Ti7 yang terdampak, serta berjanji mengganti komponen segel dan pelapis atap tanpa biaya bagi unit yang terkonfirmasi cacat.
Namun, respons ini dinilai terlambat oleh sebagian konsumen. “Mereka seharusnya mengakui masalah ini sewaktu laporan pertama masuk, bukan setelah viral dan dipaksa oleh tekanan publik,” tulis sebuah unggahan kolektif dari komunitas pemilik di Xpeng Club Forum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai kemungkinan recall massal, meskipun angka keluhan terus bertambah.
Kasus ini menjadi ujian krusial bagi BYD, perusahaan yang tengah agresif mengekspansi pasar global dengan reputasi value for money dan teknologi mutakhir. Para analis industri mengingatkan bahwa kegagalan pada komponen fundamental seperti atap dapat mengikis kepercayaan konsumen secara signifikan, terutama ketika produk tersebut dibawa ke pasar yang lebih sensitif terhadap kualitas seperti Eropa dan Asia Tenggara—termasuk Indonesia yang sudah kedatangan berbagai model BYD.
Comments (0)