Chief Medical Halodoc Irwan Heriyanto Paparkan Upaya Preventif Kesehatan Karyawan
Jakarta, Lurusin.com – Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, hadir dalam acara Forum HR & Corporate Wellness 2024 yang digelar di Jakarta, S
Jakarta, Lurusin.com – Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, MARS, hadir dalam acara Forum HR & Corporate Wellness 2024 yang digelar di Jakarta, Selasa (15/10). Dalam paparannya, dr. Irwan menekankan pentingnya peran preventif dalam menjaga kesehatan karyawan, bukan sekadar kuratif saat sakit sudah datang.
Pembukaan: Realita Kesehatan Pekerja Indonesia
Mengawali sesi pukul 09.30 WIB, dr. Irwan memaparkan data terkini. “Tiga dari lima karyawan di Indonesia mengalami setidaknya satu masalah kesehatan kronis yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya. Data tersebut merujuk pada hasil survei internal Halodoc terhadap 2.500 responden di Jabodetabek. Ia menyoroti bahwa biaya kesehatan kuratif perusahaan meningkat rata-rata 18% per tahun, sementara investasi preventif masih di bawah 5% dari total anggaran kesehatan.
“Mencegah selalu lebih murah daripada mengobati. Jika perusahaan mengalokasikan 20% anggaran kesehatannya untuk program preventif, potensi penurunan klaim asuransi bisa mencapai 35% dalam dua tahun,” ujar dr. Irwan.
Kronologi Paparan Strategi Preventif
Berikut rangkuman urutan gagasan yang disampaikan dr. Irwan dalam sesi tersebut:
- Menit 10–15: Identifikasi Masalah – dr. Irwan memulai dengan menampilkan tiga faktor risiko utama: gaya hidup sedentari, pola makan buruk, dan stres kerja. Ia menekankan, 47% karyawan perkantoran tidak memenuhi aktivitas fisik minimal mingguan.
- Menit 16–30: Solusi Berbasis Teknologi – Ia memaparkan fitur preventif Halodoc, seperti Health Risk Assessment (HRA) berbasis AI yang dapat mendeteksi dini penyakit tidak menular. “Teknologi memungkinkan personalisasi program kesehatan tanpa membebani tim SDM,” katanya.
- Menit 31–50: Implementasi Tiga Pilar – dr. Irwan merinci tiga pilar: (1) skrining kesehatan rutin, (2) dukungan kesehatan mental dengan konseling online, (3) gizi kerja melalui kemitraan katering sehat.
- Menit 51–60: Tanya Jawab – Peserta antusias bertanya tentang metrik keberhasilan. dr. Irwan menyebut tingkat partisipasi karyawan dan penurunan angka sakit sebagai indikator utama.
Pilar Pertama: Skrining Kesehatan Berkala
dr. Irwan mencontohkan program “SehatBersama” Halodoc yang telah diadopsi 120 perusahaan. Program ini mengintegrasikan pemeriksaan lab berkala, telekonsultasi, dan pengingat minum obat. Hasilnya, 68% karyawan yang rutin mengikuti skrining berhasil mengelola tekanan darah dan gula darah lebih baik dalam enam bulan.
Pilar Kedua: Kesehatan Mental sebagai Fondasi
Sesi berikutnya menyoroti kesehatan mental. “Stres kerja tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga memicu penyakit fisik,” jelas dr. Irwan. Ia mengutip data bahwa setiap 1 dari 4 karyawan di kota besar mengalami gejala kecemasan ringan hingga sedang. Halodoc menyediakan layanan konseling psikolog 24 jam yang terintegrasi dalam satu platform, memudahkan karyawan mencari bantuan tanpa stigma.
“Perusahaan perlu menyediakan ruang aman. Kami menawarkan sesi konseling virtual yang sudah digunakan lebih dari 10.000 karyawan setiap bulannya,” tambahnya.
Pilar Ketiga: Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik
Menanggapi gaya hidup sedentari, dr. Irwan memperkenalkan “Wellness Challenge” berbasis gamifikasi. Karyawan diajak berkompetisi langkah harian dan asupan nutrisi via aplikasi. Perusahaan yang menerapkan program ini mencatat penurunan 22% keluhan sakit ringan seperti flu dan maag setelah tiga bulan.
dr. Irwan menutup dengan pesan: “Kesehatan karyawan bukan biaya, tetapi investasi jangka panjang. Era digital memungkinkan kita bertindak preventif dengan data, bukan asumsi.”
Forum yang dihadiri 200 praktisi HR itu menyepakati pentingnya kolaborasi dengan penyedia teknologi kesehatan untuk menjangkau karyawan secara holistik.
Saat ini Halodoc terus mengembangkan fitur analitik prediktif yang mampu memberi peringatan dini potensi burnout berdasarkan pola aktivitas pengguna, sebuah inovasi yang dijadwalkan rilis pada kuartal pertama 2025.
Comments (0)