Jurnalis Indonesia Temukan Kuliner Nusantara di Boston Saat Liputan Piala Dunia 2026

Rindu terhadap tanah air seringkali datang tanpa peringatan. Di tengah kesibukan meliput salah satu event olahraga terbesar dunia, seorang jurnalis Indones

Jul 16, 2026 - 21:25
0 0
Jurnalis Indonesia Temukan Kuliner Nusantara di Boston Saat Liputan Piala Dunia 2026

Rindu terhadap tanah air seringkali datang tanpa peringatan. Di tengah kesibukan meliput salah satu event olahraga terbesar dunia, seorang jurnalis Indonesia justru menemukan oase rasa yang membuatnya merasa pulang. Hery Kurniawan, jurnalis KLY Sports yang tengah bertugas meliput Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, akhirnya menemukan citarasa Nusantara di kota Boston, ribuan kilometer dari kampung halamannya.

Boston, kota yang terletak di pesisir timur Amerika Serikat, mungkin bukan destinasi pertama yang terlintas ketika memikirkan kuliner Indonesia. Namun bagi Hery, kota ini justru menyimpan kejutan manis. Di sela-sela jadwal padat peliputan pertandingan, ia memutuskan untuk menjelajahi sudut-sudut kota yang menawarkan makanan familiar dari tanah Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.

Menyusuri Jejak Rasa Indonesia di Negeri Orang

Perjalanan mencari kuliner Indonesia di Boston bukanlah perkara mudah. Hery harus mengandalkan rekomendasi dari komunitas diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara bagian. Berkat jaringan tersebut, ia akhirnya berhasil menemukan beberapa restoran dan warung kecil yang menyajikan hidangan otentik khas Indonesia.

"Rasanya seperti dipeluk kembali oleh ibu," ujar Hery saat ditemui seusai menyantap hidangan rendang dan nasi goreng di sebuah warung milik warga Indonesia di kawasan Allston, Boston. Baginya, aroma rempah yang menguar dari dapur kecil warung tersebut menjadi penawar rindu yang paling manjur.

Warung tersebut, meski sederhana, menyajikan menu yang lengkap mulai dari sate madura, gado-gado, soto ayam, hingga ketupat sayur. Hery mengaku terkejut ketika mendapati bahwa bahan-bahan masak yang digunakan relatif otentik, termasuk bumbu rempah yang diimpor langsung dari Indonesia maupun ditanam di halaman belakang rumah pemilik warung.

Kuliner sebagai Jembatan Diplomasi Budaya

Fenomena warung dan restoran Indonesia di kota-kota besar dunia termasuk Boston bukanlah hal baru. Sejak puluhan tahun lalu, diaspora Indonesia telah membangun jaringan kuliner yang berfungsi sebagai pelestari budaya sekaligus penghubung emosional dengan tanah air. Di Boston sendiri, terdapat setidaknya belasan restoran yang menyajikan masakan Indonesia dengan berbagai variasi.

Kehadiran kuliner Nusantara di panggung dunia, termasuk di kota-kota penyelenggara Piala Dunia 2026, menunjukkan bahwa soft power Indonesia melalui makanan memiliki daya tarik tersendiri. Banyak warga lokal maupun turis mancanegara yang penasaran dengan kekayaan rempah dan bumbu Indonesia, terlebih setelah popularitas rendang dan nasi goreng mendunia.

"Setiap suapan mengingatkan saya pada meja makan di rumah. Rindu itu nyata, dan makanan adalah caranya pulang untuk sementara." — Hery Kurniawan, Jurnalis KLY Sports

Tantangan dan Cerita di Balik Dapur

Meski menyediakan rasa yang menggugah selera, menjalankan usaha kuliner Indonesia di luar negeri bukan tanpa tantangan. Para pemilik warung harus berjuang mendapatkan bahan baku yang konsisten, mulai dari kelapa parut segar, daun salam, lengkuas, hingga sambal terasi. Tidak jarang mereka harus memesan langsung dari importir atau bahkan membawa sendiri dari Indonesia saat pulang mudik.

Hery juga menyempatkan diri berbincang dengan para juru masak di warung-warung tersebut. Banyak dari mereka adalah imigran generasi pertama yang telah menetap puluhan tahun di Amerika Serikat. Mereka bercerita tentang bagaimana resep keluarga dijaga ketat agar tidak hilang ditelan zaman, serta bagaimana anak-anak mereka yang lahir dan besar di Boston akhirnya ikut mencintai masakan Indonesia.

Lebih dari Sekadar Liputan

Bagi Hery, pengalaman kuliner di Boston bukan hanya soal mengisi perut. Ini adalah bagian dari cerita manusia yang ia bawa pulang untuk dibagikan kepada pembaca di Indonesia. Dalam setiap liputan olahraga, ia berusaha menangkap sisi lain dari kehidupan di negara penyelenggara, termasuk bagaimana komunitas Indonesia bertahan dan terus menjaga identitasnya.

Piala Dunia 2026 sendiri menjadi event bersejarah karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jumlah kota tuan rumah yang mencapai 16 kota membuat pergerakan jurnalis lintas benua menjadi lebih intens, termasuk kunjungan ke kota-kota yang memiliki komunitas diaspora Indonesia yang kuat seperti Boston.

Pelajaran dari Sebuah Mangkuk Soto

Di akhir perjalanan kulinernya, Hery menyimpulkan bahwa makanan memiliki kekuatan yang melampaui fungsi biologisnya. Soto hangat di pagi hari Boston yang dingin, rendang yang kaya rempah, serta teh manis yang disajikan dalam gelas sederhana mampu membangunkan memori tentang ibu, kampung halaman, dan identitas sebagai orang Indonesia.

Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa di manapun berada, cita rasa Nusantara selalu menemukan jalannya untuk hadir di tengah kehidupan para perantau. Boston, dengan segala hiruk-pikuk Piala Dunia 2026, telah memberikan Hery lebih dari sekadar berita olahraga, melainkan sebuah cerita tentang rindu, identitas, dan kehangatan rumah.

[SOCIAL_TWEET]: Jurnalis KLY Sports Hery Kurniawan temukan kuliner Nusantara di Boston saat liputan Piala Dunia 2026. Soto, rendang, dan nasi goreng jadi obat rindu ribuan kilometer dari rumah. #PialaDunia2026 #KulinerIndonesia #IndonesiaDiaspora[SOCIAL_TG]: 🇮🇩🍛 Rendang & soto di Boston! Jurnalis Indonesia temukan kuliner Nusantara di tengah liputan Piala Dunia 2026. Rindu terobati! ✈️⚽

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User