DeepSeek Incar Pendanaan Baru, Valuasi Tembus Rp 1.300 Triliun
Beijing — Startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, dikabarkan tengah mempersiapkan putaran pendanaan terbaru yang dapat mendongkrak valuasi perusaha
Beijing — Startup kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, dikabarkan tengah mempersiapkan putaran pendanaan terbaru yang dapat mendongkrak valuasi perusahaan hingga menyentuh angka fantastis US$80 miliar atau setara lebih dari Rp 1.300 triliun saat IPO. Langkah agresif ini semakin mengukuhkan posisi DeepSeek sebagai 'mimpi buruk' bagi dominasi teknologi Amerika Serikat di sektor AI global.
Kebangkitan yang Mengejutkan Silicon Valley
DeepSeek pertama kali mengguncang industri teknologi global pada akhir 2024 ketika meluncurkan model bahasa besar (LLM) mereka yang mampu menyaingi — bahkan dalam beberapa tolok ukur melampaui — performa GPT-4 OpenAI dan model unggulan dari Google dan Anthropic. Yang membuat para analis dan pelaku industri di AS tercengang adalah fakta bahwa DeepSeek berhasil membangun model tersebut dengan biaya pelatihan hanya sekitar US$5,6 juta, jauh di bawah pengeluaran para raksasa Silicon Valley yang mencapai ratusan juta hingga miliaran dolar.
"DeepSeek membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan anggaran fantastis. Mereka mengubah paradigma efisiensi dalam pengembangan AI," ujar seorang analis teknologi dari Bloomberg Intelligence.
Kehadiran DeepSeek memicu gelombang kejut di Wall Street. Saham-saham perusahaan semikonduktor dan AI AS mengalami tekanan signifikan karena investor mulai mempertanyakan efektivitas belanja modal besar-besaran yang selama ini dilakukan perusahaan-perusahaan Amerika.
Rencana Putaran Pendanaan dan Target Valuasi
Menurut sumber internal yang dikutip oleh Financial Times dan dikonfirmasi oleh beberapa outlet media keuangan terkemuka, DeepSeek kini tengah menjajaki putaran pendanaan baru menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO). Valuasi yang dibidik berada dalam rentang US$60 miliar hingga US$80 miliar, sebuah lompatan luar biasa dari valuasi sebelumnya yang diperkirakan sekitar US$20-30 miliar pada awal 2025.
Jika terealisasi, angka ini akan menempatkan DeepSeek sebagai salah satu startup AI dengan valuasi tertinggi di dunia, bersanding dengan OpenAI (valuasi ~US$157 miliar per akhir 2024) dan Anthropic (valuasi ~US$60 miliar).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah tahapan penting perjalanan DeepSeek:
- Juli 2023: DeepSeek didirikan oleh Liang Wenfeng, mantan engineer senior di Baidu dan Alibaba, dengan pendanaan awal dari modal ventura lokal China.
- Desember 2024: Peluncuran model DeepSeek-V3 yang mengejutkan pasar global dengan performa setara GPT-4 namun dengan biaya pelatihan yang sangat rendah.
- Januari 2025: Aplikasi DeepSeek menduduki peringkat pertama di App Store Amerika Serikat, mengalahkan ChatGPT untuk pertama kalinya.
- Maret 2025: Putaran pendanaan Seri B senilai US$1,2 miliar dipimpin oleh HongShan (Sequoia China) dan Hillhouse Capital.
- Mei 2025: DeepSeek mengumumkan model multimodal terbaru yang mendukung teks, gambar, dan video dalam satu arsitektur terpadu.
- September 2025: Perusahaan mulai menjajaki bank investasi untuk rencana IPO di bursa Hong Kong atau Shanghai.
- Desember 2025: Laporan mengenai putaran pendanaan pra-IPO dengan target valuasi US$60-80 miliar mencuat ke publik.
Dampak terhadap Pasar AI Global dan Respons Regulator
Langkah DeepSeek ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas antara AS dan China dalam perlombaan supremasi AI. Pemerintahan AS sebelumnya telah memberlakukan serangkaian pembatasan ekspor chip AI canggih ke China, termasuk produk-produk unggulan Nvidia seperti H100 dan B200. Namun, para analis menilai bahwa pembatasan ini justru memacu inovasi di dalam negeri China.
Beberapa poin kritis terkait dinamika ini meliputi:
- Efisiensi sebagai senjata: DeepSeek membuktikan bahwa dengan teknik optimasi seperti Mixture-of-Experts (MoE) dan fine-tuning yang sangat efisien, perusahaan dapat menghasilkan model kompetitif tanpa bergantung pada chip paling mutakhir.
- Pergeseran lanskap investasi: Investor global mulai melirik startup AI di luar AS, khususnya dari China dan Eropa, sebagai alternatif diversifikasi portofolio.
- Regulasi yang semakin ketat: CFIUS (Committee on Foreign Investment in the United States) dilaporkan tengah mengkaji kemungkinan pembatasan baru terhadap investasi asing di perusahaan AI China yang memiliki eksposur ke pasar AS.
- Respons Eropa: Uni Eropa mempercepat implementasi AI Act sebagai upaya menciptakan kerangka regulasi yang jelas dan melindungi kepentingan industri lokal.
Dari sudut pandang keuangan, valuasi US$80 miliar yang dibidik DeepSeek setara dengan sekitar 6-7 kali lipat dari total investasi yang telah diterima perusahaan sejauh ini, sebuah rasio yang relatif konservatif dibandingkan dengan beberapa startup AI AS yang mencapai rasio 10-15 kali.
Namun, beberapa pengamat mengingatkan bahwa valuasi ini sangat bergantung pada kemampuan DeepSeek untuk terus berinovasi di tengah tekanan regulasi dan kompetisi. "Kita belum pernah melihat startup China dengan valuasi sebesar ini di sektor teknologi fundamental. Jika berhasil, ini akan menjadi game changer bagi seluruh ekosistem teknologi China," ujar seorang bankir investasi senior di Hong Kong yang enggan disebutkan namanya.
Pasar kini menanti konfirmasi resmi dari DeepSeek mengenai jadwal pasti IPO dan struktur penawaran saham. Satu hal yang pasti: kemunculan DeepSeek telah secara fundamental mengubah peta persaingan AI global, dan putaran pendanaan ini akan menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah teknologi modern.
[SOCIAL_TWEET]: Startup AI China DeepSeek siapkan putaran pendanaan pra-IPO dengan target valuasi fantastis US$80 miliar atau Rp 1.300 triliun! 🚀 Perusahaan yang dijuluki 'mimpi buruk' Silicon Valley ini terus menggebrak dominasi AS di sektor kecerdasan buatan. #DeepSeek #ArtificialIntelligence #TechNews[SOCIAL_TG]: 🇨🇳💥 DeepSeek membidik valuasi US$80 miliar! Startup AI China yang bikin AS was-was ini siap IPO dengan nilai fantastis. Efisiensi biaya pelatihan cuma US$5,6 juta tapi performa setara GPT-4. Gila! 🔥
Comments (0)