Cek Fakta: Video Gibran Bagikan Dana Bantuan adalah Hoaks
KlaimSebuah unggahan video di media sosial mengklaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan dana bantuan kepada masyarakat. Dalam potongan video tersebut, terlihat sosok yang menyerupa...
Klaim
Sebuah unggahan video di media sosial mengklaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan dana bantuan kepada masyarakat. Dalam potongan video tersebut, terlihat sosok yang menyerupai Gibran menyerahkan amplop berisi uang tunai kepada sejumlah warga sambil menyampaikan narasi ajakan untuk mengakses tautan tertentu agar menerima dana serupa. Klaim ini menyebar luas melalui platform Facebook dan menimbulkan persepsi adanya program bantuan resmi dari pemerintah yang disalurkan langsung oleh Wapres.
Video itu dilengkapi keterangan bahwa program tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk membantu masyarakat kurang mampu. Tidak sedikit pengguna yang memercayai dan membagikan ulang konten tersebut tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Klaim bahwa Wapres Gibran secara pribadi membagikan dana bantuan melalui mekanisme seperti itu perlu diverifikasi karena berpotensi menyesatkan publik dan rentan digunakan untuk tujuan penipuan daring.
Sumber Klaim
Berdasarkan penelusuran, video pertama kali diunggah oleh sebuah halaman Facebook bernama “Info Bantuan RI” pada 18 Maret 2025. Halaman tersebut tidak memiliki centang verifikasi dan baru dibuat beberapa pekan sebelumnya. Postingan itu telah dibagikan lebih dari 3.200 kali dan menuai ribuan komentar, mayoritas menanyakan cara mendapatkan bantuan. Tidak ada identitas resmi pengelola halaman, dan seluruh unggahan sebelumnya juga berisi klaim serupa tentang program bantuan dari tokoh negara. Narasi yang digunakan cenderung repetitif dan mengarahkan pengguna ke situs eksternal yang meminta data pribadi.
Sumber klaim ini jelas berasal dari akun anonim yang tidak memiliki afiliasi resmi dengan pemerintah. Pola penyebarannya identik dengan modus phishing yang kerap memangsa ketidaktahuan masyarakat. Karena itu, validasi terhadap konten ini harus dilakukan dengan merujuk pada saluran informasi resmi dan rekaman asli aktivitas Wapres.
Verifikasi
Tim Lurusin melakukan verifikasi dengan metode reverse image search pada beberapa tangkapan layar dari video tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video asli berasal dari liputan kunjungan kerja Gibran ke sebuah pasar tradisional di Jawa Tengah pada 10 Maret 2025, yang direkam oleh awak media resmi. Dalam rekaman asli yang diunggah oleh Sekretariat Wakil Presiden di kanal YouTube resmi, Gibran sama sekali tidak membagikan uang atau menyebutkan program bantuan dana. Ia hanya berdialog dengan pedagang dan meninjau harga kebutuhan pokok.
Pemeriksaan forensik terhadap audio mengungkap bahwa suara pada video yang beredar telah direkayasa menggunakan teknologi AI voice cloning. Narasi ajakan mengklik tautan ditambahkan melalui proses manipulasi digital. Situs tautan yang disertakan juga bukan domain resmi pemerintah, melainkan sebuah blog tidak dikenal yang meminta pengunjung mengisi formulir berisi nama, nomor telepon, dan data perbankan. Verifikasi membuktikan bahwa video telah dimanipulasi secara signifikan dan konteks aslinya dipelintir.
Fakta
Faktanya, tidak ada program pembagian dana bantuan tunai yang dilakukan langsung oleh Wapres Gibran di lokasi tersebut. Sekretariat Wakil Presiden melalui akun Instagram resmi @setwapres telah mengeluarkan klarifikasi pada 20 Maret 2025 yang menegaskan bahwa video yang beredar adalah hoaks dan bukan merupakan kegiatan resmi wakil presiden. Klarifikasi itu juga menyebutkan bahwa modus penipuan serupa telah beberapa kali muncul dengan memanfaatkan foto dan video tokoh publik yang diambil di luar konteks.
Data dari Kementerian Sosial menunjukkan bahwa seluruh bantuan sosial disalurkan melalui mekanisme resmi berbasis data terpadu dan tidak pernah dilakukan secara door-to-door oleh wakil presiden ataupun presiden. Informasi tentang program bantuan selalu diumumkan melalui situs resmi kementerian atau lembaga terkait. Sementara itu, akun “Info Bantuan RI” telah dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dan saat ini sedang dalam proses pemblokiran karena melanggar ketentuan penyebaran informasi palsu.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh rangkaian verifikasi, klaim bahwa video menampilkan Wapres Gibran membagikan dana bantuan adalah SALAH dan masuk kategori HOAX. Konten tersebut merupakan hasil manipulasi digital dengan memanfaatkan rekaman asli yang diubah konteks dan audionya. Tidak ada bukti valid satu pun yang mendukung narasi pembagian dana, dan sumber klaim berasal dari akun anonim yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan video tersebut dan tidak memberikan data pribadi pada tautan mencurigakan yang menyertainya. Konfirmasi atas informasi sebaiknya selalu dilakukan melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari penipuan dan kesalahpahaman.
Comments (0)