Cek Fakta Liputan6.com — Video Sandiaga Uno Bagikan Bantuan Palsu Sudah Terbongkar

Kotak obrolan grup keluarga mendadak ramai sebelum subuh. Seorang paman membagikan tautan video pendek yang memantik haru sekaligus harapan: Menteri Pariwi

Jul 12, 2026 - 01:45
0 0
Cek Fakta Liputan6.com — Video Sandiaga Uno Bagikan Bantuan Palsu Sudah Terbongkar

Kotak obrolan grup keluarga mendadak ramai sebelum subuh. Seorang paman membagikan tautan video pendek yang memantik haru sekaligus harapan: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno tampak tersenyum, menyapa kamera, lalu menyodorkan amplop putih bertuliskan "Bantuan Langsung Tunai 2025" kepada seorang nenek di depan rumah kayu reyot. Tak sampai sejam, video itu menyebar ke puluhan grup WhatsApp dan berderet di linimasa Facebook. Namun, Liputan6.com memastikan: narasi manis itu adalah jerat hoaks yang dikemas begitu rupa.

Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tersebut selama tiga hari terakhir setelah seorang pembaca melaporkan pesan berantai yang menjanjikan modal usaha hingga Rp25 juta dan paket sembako cukup untuk enam bulan—hanya dengan mengeklik tautan pendaftaran. Hasil verifikasi menunjukkan video itu merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) yang menggabungkan cuplikan pidato lama Sandiaga dengan suara palsu. Tak pernah ada program pembagian bantuan segar dari sang menteri seperti yang digambarkan.

Jejak Digital Sebuah Manipulasi

Bermula dari akun Facebook bernama "Berbagi Berkah 2025" yang tampil meyakinkan: foto profil berlambang Garuda, lencana centang biru hasil rekayasa, dan puluhan komentar sumbang berisi ucapan terima kasih. Narasi yang diusung sederhana namun mengena: "Pak Sandiaga Uno peduli, kini giliran rakyat kecil menikmati rezeki." Di bawah video pendek 47 detik itu tertaut formulir daring yang meminta nama lengkap, alamat, nomor telepon, hingga foto kartu tanda penduduk.

Liputan6.com menemukan kejanggalan pertama dari gerakan bibir dan jeda suara. Sapaan "Assalamualaikum" menjelang detik ke-5 terdengar sumbang; sinkronisasi audio-visual memperlihatkan celah sekitar 0,3 detik yang khas suntingan deepfake. Penelusuran lanjutan ke kanal YouTube resmi Kemenparekraf mengonfirmasi bahwa adegan asli berasal dari acara temu UMKM di Lombok pada Juni 2024, di mana Sandiaga sama sekali tidak membahas bantuan tunai. Suara yang meminta warga segera menghubungi nomor admin juga tidak pernah terucap.

"Itu Bukan Suara Saya"

"Ini jelas modus penipuan yang memanfaatkan wajah dan suara publik figur. Kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Kominfo untuk men-takedown seluruh unggahan serupa," ujar juru bicara Sandiaga Uno melalui sambungan telepon, Selasa (1/7/2025) sore. "Itu bukan suara saya. Masyarakat jangan mudah tertipu, apalagi sampai mengirim data pribadi."

Pernyataan itu diperkuat dengan unggahan klarifikasi di akun Instagram terverifikasi @sandiuno, yang hanya dalam empat jam disukai lebih dari 80 ribu pengguna. Kominfo juga telah memasukkan 37 tautan sejenis ke dalam daftar blokir. Meski begitu, jejak digital hoaks ini belum sepenuhnya lenyap. Di beberapa grup Telegram, versi video yang sama masih beredar dengan thumbnail berbeda, menandakan pelaku terus menyesuaikan taktik.

Korban Merugi, Harapan Tergerus

Kepercayaan yang dibajak tak berhenti pada satu platform. Seorang ibu rumah tangga di Cirebon, sebut saja Ratih (44), menceritakan bagaimana ia nyaris mentransfer "uang pengurusan data" sebesar Rp150 ribu kepada seseorang yang mengaku sebagai staf program bantuan. "Saya percaya karena wajah Pak Sandiaga jelas di video. Untung anak saya pulang sekolah dan langsung menghapus pesan itu," tuturnya dengan suara bergetar.

Kisah Ratih bukan satu-satunya. Di Kabupaten Brebes, seorang pedagang sayur keliling menyerahkan salinan KTP dan Kartu Keluarga setelah diyakinkan akan mendapat modal usaha Rp10 juta. Hingga kini ia belum melapor ke polisi karena malu dan tak tahu prosedur. Data pribadi yang bocor seperti ini rawan dipakai untuk pinjaman daring ilegal, penyalahgunaan identitas, hingga pembobolan rekening.

Langkah Mencegah Jerat Digital

Kepala Divisi Keamanan Siber Cek Fakta Liputan6.com, Aditya Perdana, mengingatkan bahwa era deepfake telah membuat verifikasi daftar fakta dan data menjadi benteng terakhir khalayak. "Jangan cukup melihat dan mendengar. Cek silang ke akun resmi, cek apakah video itu pernah diunggah di kanal terverifikasi. Kalau ada nomor WhatsApp yang disertakan, hampir pasti itu modus penipuan," katanya.

Platform seperti Liputan6.com menyediakan kanal Cek Fakta yang diperbarui setiap hari untuk menangkal informasi sesat. Pengaduan bisa diajukan lewat nomor WhatsApp resmi 0811-9787-670. Langkah sederhana namun krusial: stop sejenak, telaah tautan, dan jangan pernah kirim data pribadi.

Di tengah ikhtiar melawan misinformasi, kejelian publik menjadi vaksin terkuat. Sementara itu, wajah Sandiaga Uno yang semula menghadirkan harapan bagi keluarga pra-sejahtera, untuk sementara berubah menjadi pengingat bahwa di balik layar sentuh bisa bersembunyi luka yang tak kasatmata.

[SOCIAL_TWEET]: "Jangan terburu-buru percaya! Video viral Sandiaga Uno bagi-bagi bantuan ternyata rekayasa AI. Simak cek faktanya di @liputan6dotcom agar tak jadi korban penipuan. #CekFakta #AntiHoaks" [SOCIAL_TG]: "Waspada di era AI! Video Sandiaga Uno bagikan BLT dan sembako adalah deepfake. Tim Cek Fakta Liputan6.com membongkar cara pelaku memanipulasi audio visual untuk mencuri data. Lindungi dirimu: kenali, laporkan, jangan klik sembarangan."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User