Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika
Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika Eltinus Omaleng adalah Bupati Mimika yang pertama kali terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2014 dan kembali memenangi kontestasi pada Pilkada 2018 untuk periode 2019–2024. Ia didukung oleh
Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika
Eltinus Omaleng adalah Bupati Mimika yang pertama kali terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2014 dan kembali memenangi kontestasi pada Pilkada 2018 untuk periode 2019–2024. Ia didukung oleh koalisi partai politik yang dipimpin oleh Partai Golongan Karya (Golkar). Omaleng memimpin wilayah penghasil tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, yang menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mimika. Namun, masa jabatannya diwarnai penghentian mendadak pada awal 2023 setelah ia ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pembangunan gedung gereja.
Profil dan Latar Belakang
Eltinus Omaleng lahir dan dibesarkan di Kabupaten Mimika, Papua—kini bagian dari Provinsi Papua Tengah pasca-pemekaran 2022. Sebelum meniti karier politik sebagai kepala daerah, Omaleng telah lama aktif di organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, khususnya di lingkungan Gereja Kingmi (Gereja Kemah Injil di Tanah Papua). Kedekatan dengan akar rumput dan tokoh adat menjadi modal sosial signifikan yang mengantarkannya ke kursi Bupati Mimika. Ia menggandeng Johannes Rettob sebagai wakil dalam dua periode Pilkada berturut-turut. Tidak banyak catatan tentang riwayat pendidikan tinggi formalnya, namun kiprahnya di politik lokal menonjol pasca-konflik sosial di Timika, ketika figur berlatar belakang pribumi setempat diharapkan mampu meredam ketegangan dan memperkuat pembangunan yang lebih inklusif.
Program Unggulan dan Kinerja
Pada masa kepemimpinan Omaleng, dua program spesifik menjadi sorotan. Pertama, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan antar-distrik. Pemerintah Kabupaten Mimika menganggarkan dana ratusan miliar rupiah dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Freeport untuk membuka konektivitas pedalaman. Data Dinas Pekerjaan Umum Mimika mencatat penambahan lebih dari 180 kilometer jalan aspal dan sejumlah jembatan permanen pada periode 2015–2022, yang menghubungkan Distrik Jila, Agimuga, hingga Jita yang sebelumnya hanya dapat diakses melalui jalur sungai atau udara. Kedua, program beasiswa penuh bagi pelajar asli Papua. Anggaran beasiswa melonjak dari sekitar Rp 25 miliar (2015) menjadi lebih dari Rp 80 miliar per tahun pada 2021. Ribuan mahasiswa dan pelajar mendapatkan pembiayaan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Jawa, Sulawesi, serta luar negeri. Program ini dipuji banyak kalangan sebagai terobosan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tantangan dan Kontroversi
Kontroversi terbesar yang mengguncang pemerintahan Eltinus Omaleng adalah kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32. Proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu gedung gereja terbesar di Papua dengan anggaran bersumber dari APBD Mimika tahun 2021–2022. KPK menetapkan Omaleng sebagai tersangka dan menahannya pada Maret 2023. Berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai proyek gereja itu semula direncanakan sekitar Rp 160 miliar, tetapi ditemukan penggelembungan harga material dan pekerjaan fiktif yang menyebabkan kerugian negara puluhan miliar rupiah. Penangkapan ini memicu perdebatan sengit: sebagian masyarakat menolak tindakan KPK dengan aksi demonstrasi, menilai proyek gereja adalah aspirasi masyarakat adat, sementara kalangan antikorupsi menegaskan penegakan hukum harus berjalan. Omaleng dibebastugaskan sementara dan jabatan Bupati Mimika dijabat oleh Pelaksana Tugas, Johannes Rettob. Selain kasus hukum, tantangan struktural seperti ketimpangan ekonomi antara kawasan perkotaan Timika dan distrik pedalaman, serta tata kelola dana kemitraan Freeport yang kerap dikritik kurang transparan, tetap menjadi pekerjaan rumah yang diwariskan ke pemerintahan berikutnya.
Comments (0)