Buka LCC 4 Pilar di Sulut, MPR Perkuat Nilai Kebangsaan di Era Digital

Manado, Lurusin.com — Semangat memupuk wawasan kebangsaan di kalangan pelajar terus digelorakan. Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara (Dapil Sulut), Ir. Stefanus BAN

Jul 08, 2026 - 05:26
0 0
Buka LCC 4 Pilar di Sulut, MPR Perkuat Nilai Kebangsaan di Era Digital

Manado, Lurusin.com — Semangat memupuk wawasan kebangsaan di kalangan pelajar terus digelorakan. Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara (Dapil Sulut), Ir. Stefanus BAN Liow, secara resmi membuka ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi di Manado. Pembukaan kompetisi ini menjadi langkah strategis lembaga legislatif tinggi negara dalam memperkuat fondasi ideologi generasi muda, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan kompleksitas tantangan era digital.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan sederajat unggulan dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara berhasil melaju ke babak final tingkat provinsi. Mereka merupakan peserta terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat, membuktikan pemahaman mendalam ihwal empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu cepat dan tepat menjawab pertanyaan. Lebih dari itu, LCC Empat Pilar adalah wahana untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa secara mendalam dan menyenangkan. Di era digital yang sarat dengan distorsi informasi, pemahaman autentik tentang ideologi negara menjadi tameng bagi generasi muda agar tidak mudah tergerus nilai-nilai asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” ujar Stefanus dalam sambutannya yang penuh semangat.

Penyelenggaraan LCC Empat Pilar ini merupakan bagian dari program berkelanjutan MPR RI dalam upaya sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai konstitusi. Langkah ini dinilai krusial mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi yang menghadirkan dua sisi mata pisau: di satu sisi membuka akses pengetahuan seluas-luasnya, namun di sisi lain membuka celah bagi penetrasi ideologi transnasional yang dapat menggerus kohesi sosial bangsa.

Para peserta tidak hanya diuji kemampuan kognitifnya, tetapi juga diajak untuk mampu mengontekstualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana menyikapi dinamika di ruang digital seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan kampanye hitam. Dengan demikian, lomba ini menjadi kawah candradimuka bagi pelajar untuk menjadi duta literasi digital sekaligus penjaga ideologi bangsa di sekolah dan lingkungannya masing-masing.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta maupun guru pendamping selama pembukaan berlangsung. Diharapkan, ajang ini melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh, siap menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai warga negara Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User