JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 6.409 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan M7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, 139 gempa dirasakan masyarakat dengan intensitas bervariasi. Angka itu menunjukkan aktivitas seismik yang masih tinggi di kawasan timur Indonesia.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB. Dalam keterangan resminya, BMKG menyatakan bahwa jumlah gempa susulan terus bertambah seiring proses pelepasan energi di wilayah terdampak. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan kegempaan.
Kronologi Pemantauan Gempa Susulan
Gempa utama M7,7 yang berpusat di perairan Flores memicu rangkaian aktivitas susulan dalam jumlah besar. BMKG memantau perkembangan tersebut melalui jaringan seismograf selama 24 jam. Berikut garis waktu yang dirangkum dari keterangan resmi BMKG:
- Gempa utama M7,7 mengguncang wilayah Flores dengan episenter di laut;
- BMKG mengaktifkan pemantauan intensif dan mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami saat gempa utama terjadi;
- Rangkaian gempa susulan berlangsung terus-menerus dengan magnitudo yang berfluktuasi;
- Hingga Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB, total gempa susulan tercatat mencapai 6.409 kali;
- Sebanyak 139 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah; dan
- BMKG memperbarui data secara berkala melalui kanal resmi.
Apa Arti Ribuan Gempa Susulan?
Gempa susulan adalah guncangan yang terjadi setelah gempa utama di sekitar wilayah sumbernya. Jumlah yang sangat besar, seperti yang terjadi di Flores, merupakan hal yang umum pada gempa berkekuatan besar yang dipicu pergeseran sesar secara mendadak. Energi yang terakumulasi tidak seluruhnya dilepaskan dalam satu guncangan, sehingga sisanya keluar bertahap dalam bentuk ratusan hingga ribuan gempa kecil.
Menurut BMKG, pola ini wajar secara ilmiah selama magnitudo dan frekuensinya terus menurun. Meski demikian, masyarakat tidak bisa mengabaikan potensi guncangan susulan yang masih dapat terasa, terutama bagi bangunan yang telah melemah akibat gempa utama.
Karakteristik Gempa Susulan di Flores
Dari 6.409 gempa susulan yang terekam, mayoritas berkekuatan kecil dan hanya terdeteksi oleh instrumen. Adapun 139 gempa dirasakan warga dengan intensitas mulai dari getaran ringan hingga guncangan sedang. Wilayah Flores berada di kawasan tektonik aktif yang dipengaruhi pertemuan lempeng dan keberadaan sesar aktif.
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan informasi gempa hanya bersumber dari kanal resmi BMKG," demikian pernyataan resmi BMKG.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat NTT, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk waspada terhadap potensi gempa susulan. Beberapa poin penting yang disampaikan BMKG antara lain:
- Hindari bangunan yang rusak atau retak akibat guncangan gempa utama;
- Segera lakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat di pesisir;
- Periksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah;
- Jangan mudah percaya informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi; dan
- Pantau perkembangan melalui situs, aplikasi infoBMKG, dan media sosial resmi.
Pemantauan Berkelanjutan oleh BMKG
BMKG memastikan pemantauan gempa susulan terus berjalan secara berkelanjutan dan data diperbarui secara berkala. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui kanal resmi BMKG kapan saja. Dengan pemantauan yang transparan, diharapkan masyarakat tetap siaga tanpa panik sehingga risiko korban akibat gempa susulan dapat ditekan seminimal mungkin.
[SOCIAL_TWEET]: BMKG mencatat 6.409 gempa susulan pascagempa M7,7 Flores, 139 di antaranya dirasakan warga. Tetap tenang dan pantau info resmi BMKG! #GempaFlores #BMKG[SOCIAL_TG]: ⚡ INFO TERKINI: BMKG catat 6.409 gempa susulan pascagempa M7,7 Flores; 139 di antaranya dirasakan. Warga diimbau tetap tenang, hindari bangunan rusak, dan hanya percaya info resmi BMKG.
Comments (0)