Bendungan Meninting di Lombok Barat Rampung, Tampung 12,8 Juta Meter Kubik Air

Lombok Barat, Lurusin.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat,

Jul 13, 2026 - 07:35
0 0
Bendungan Meninting di Lombok Barat Rampung, Tampung 12,8 Juta Meter Kubik Air

Lombok Barat, Lurusin.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Infrastruktur sumber daya air ini kini memiliki kapasitas tampung hingga 12,8 juta meter kubik dan siap mengairi ribuan hektar lahan pertanian di wilayah Lombok bagian barat.

Latar Belakang dan Tujuan Strategis

Proyek Bendungan Meninting merupakan bagian dari program nasional pembangunan 65 bendungan yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan air dan pangan di Indonesia. Lokasi bendungan tepat berada di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Lingsar, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Mataram. Daerah ini dipilih karena letaknya yang strategis di hulu Sungai Meninting, menjadikannya waduk multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan air baku, tetapi juga pengendali banjir musiman.

Pembangunan bendungan dimulai sejak tahun 2019 dan sempat mengalami perlambatan akibat pandemi COVID-19 serta tantangan geografis berupa kontur perbukitan kapur. Plt. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Irene Tamara Hermawati, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kehadiran bendungan ini akan menjawab persoalan defisit air yang kerap melanda kabupaten Lombok Barat.

"Kami bersyukur Bendungan Meninting kini telah selesai. Ini bukan hanya bendungan, melainkan lumbung air masa depan bagi masyarakat NTB. Dengan kapasitas tampung mencapai 12,8 juta meter kubik, bendungan ini akan memenuhi kebutuhan irigasi teknis, air bersih, dan menurunkan risiko banjir di kawasan hilir," jelas Irene.

Proses Konstruksi dan Teknologi yang Digunakan

Bendungan ini dibangun dengan tipe urugan tanah dan memiliki tinggi 54 meter serta panjang puncak 360 meter. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp1,1 triliun yang bersumber dari APBN multiyears. Meskipun sempat terkendala medan yang sulit dan cuaca ekstrem, progres fisik akhirnya mencapai 100% pada awal 2025, setelah melewati tahapan impounding atau pengisian awal waduk.

Pelaksana proyek menerapkan teknologi beton pracetak pada bangunan pelimpah (spillway) untuk mempercepat waktu konstruksi dan menjamin ketahanan terhadap debit banjir rencana. Selain itu, area genangan seluas 70 hektar telah dibersihkan dan ditata sedemikian rupa agar dapat berfungsi optimal sebagai reservoir sekaligus sebagai elemen konservasi daerah tangkapan air.

Empat Manfaat Utama Bendungan Meninting

Dengan selesainya bendungan ini, terdapat empat manfaat utama yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat setempat:

  • Irigasi Pertanian: Layanan irigasi terukur seluas 1.500 hektar untuk Daerah Irigasi (DI) Meninting dan DI Sekotong. Ini diharapkan meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.
  • Penyediaan Air Baku: Debit penyediaan air baku sebesar 100 liter per detik akan dipasok ke Kota Mataram dan kawasan sekitar, mengurangi ketergantungan pada air tanah yang kian terbatas.
  • Pengendalian Banjir: Dengan kapasitas tampungan yang besar, bendungan mampu mereduksi debit banjir di Sungai Meninting sebesar 30–40%, melindungi permukiman dan lahan pertanian di Lombok Barat.
  • Pariwisata dan Ekonomi Lokal: Genangan waduk yang asri berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata air, sekaligus membuka peluang budidaya perikanan air tawar (keramba) oleh masyarakat setempat.

Dampak Sosial dan Respons Masyarakat

Kehadiran Bendungan Meninting juga diiringi dengan program pemberdayaan bagi 127 keluarga yang terdampak pembebasan lahan. Mereka telah direlokasi ke permukiman baru dan mendapatkan pelatihan keterampilan. Kepala Desa Bukit Tinggi, M. Sadli, menyatakan warganya mulai merasakan dampak positif dari keberadaan bendungan ini.

"Alhamdulillah, sekarang air sudah lebih terkontrol, tidak lagi banjir saat hujan deras, dan kami berharap segera bisa mengairi sawah lebih teratur. Selain itu, warga kami diundang untuk ikut mengelola potensi wisata dan perikanan di waduk," tuturnya.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas PUPR juga akan membangun jaringan distribusi air baku yang menghubungkan intake bendungan ke IPA (Instalasi Pengolahan Air) di Kota Mataram. Targetnya, pada paruh kedua 2025 layanan air bersih sudah dapat dinikmati oleh pelanggan PDAM.

Dengan selesainya Bendungan Meninting, NTB kini memiliki tiga bendungan besar: Bendungan Batujai di Lombok Tengah, Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, dan yang termuda Bendungan Meninting. Kombinasi ketiganya diyakini mampu mengakselerasi swasembada pangan serta ketahanan air di provinsi tujuan wisata superprioritas ini.

[SOCIAL_TWEET]: Bendungan Meninting di Lombok Barat kini rampung! Kapasitas 12,8 juta m3, siap irigasi 1.500 ha dan salurkan air baku 100 l/detik. #InfrastrukturAir #NTB #BendunganMeninting[SOCIAL_TG]: ✅ Bendungan Meninting Lombok Barat resmi rampung! ?? Kapasitas tampung: 12,8 juta m3 ?? Irigasi: 1.500 hektar ?? Air baku: 100 liter/detik Klik untuk membaca liputan lengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User