Prabowo Resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Irigasi 1.500 Hektar
Lombok Barat — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026). Peres
Lombok Barat — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026). Peresmian ini menandai rampungnya salah satu proyek strategis nasional yang telah dinantikan masyarakat Pulau Lombok selama bertahun-tahun. Kehadiran bendungan ini diharapkan menjadi titik balik bagi ketahanan air dan produktivitas pertanian di wilayah selatan Lombok.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan fondasi penting bagi kedaulatan pangan nasional. "Bendungan bukan sekadar beton dan air. Ini adalah simbol harapan bagi petani, jaminan air bersih bagi ibu-ibu rumah tangga, dan benteng kita menghadapi perubahan iklim," ujar Presiden di hadapan ratusan warga dan pejabat daerah yang hadir.
Profil Bendungan Meninting: Megaproyek Senilai Rp1,4 Triliun
Bendungan Meninting merupakan salah satu dari 61 bendungan baru yang dicanangkan pemerintah pusat selama satu dekade terakhir. Proyek yang dikerjakan sejak 2019 ini menelan anggaran mencapai Rp1,4 triliun dan menjadi bendungan terbesar kedua di Pulau Lombok setelah Bendungan Pengga di Lombok Tengah. Dengan kapasitas tampung sekitar 18,7 juta meter kubik, bendungan ini mampu menyuplai air baku hingga 150 liter per detik untuk kebutuhan domestik.
Bendungan dengan tipe urugan batu ini membentang di aliran Sungai Meninting yang berhulu di kawasan hutan lindung Gunung Rinjani. Lokasinya yang strategis di perbatasan Lombok Barat dan Lombok Utara menjadikannya simpul vital bagi distribusi air ke daerah-daerah yang selama ini rawan kekeringan saat musim kemarau.
"Bendungan ini hasil kerja keras seluruh elemen bangsa. Saya ucapkan terima kasih kepada para pekerja konstruksi, kontraktor, konsultan pengawas, dan terutama masyarakat sekitar yang telah merelakan tanahnya demi kepentingan bersama," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Manfaat Multidimensi: Dari Sawah Hingga Energi Terbarukan
Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I menjelaskan bahwa Bendungan Meninting dirancang dengan fungsi ganda yang saling terintegrasi. Pertama, sebagai sumber irigasi bagi sedikitnya 1.500 hektar lahan pertanian di Lombok Barat. Lahan-lahan sawah tadah hujan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun kini berpotensi meningkatkan indeks pertanaman menjadi dua hingga tiga kali panen.
Kedua, bendungan ini menjadi penyedia air baku untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan, dan industri di kawasan Lombok Barat dan Kota Mataram. Ketiga, fungsi pengendalian banjir yang signifikan bagi permukiman di hilir Sungai Meninting. Keempat, potensi pembangkit listrik mikrohidro dengan kapasitas sekitar 2 x 1,5 megawatt yang akan memperkuat bauran energi terbarukan di NTB.
Manfaat utama Bendungan Meninting:
- Irigasi: 1.500 hektar lahan pertanian di Lombok Barat
- Air baku: 150 liter per detik untuk kebutuhan domestik
- Pengendalian banjir: Reduksi debit banjir hingga 30 persen
- Energi: Potensi PLTMH 2 x 1,5 MW
- Pariwisata: Kawasan konservasi dan ekowisata air
- Perikanan darat: Budi daya keramba jaring apung
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat NTB
Gubernur NTB yang turut mendampingi Presiden dalam peresmian ini menyampaikan optimisme bahwa Bendungan Meninting akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Pulau Lombok. Sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan diproyeksikan mengalami peningkatan produktivitas signifikan. Komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan hortikultura akan mendapatkan pasokan air yang lebih terjamin sepanjang tahun.
Selain pertanian, sektor pariwisata juga diuntungkan. Genangan bendungan yang membentuk danau buatan seluas sekitar 280 hektar berpotensi dikembangkan menjadi destinasi ekowisata baru. Pemerintah daerah berencana mengintegrasikan kawasan ini dengan rute wisata Lombok Barat yang sudah populer, seperti Pantai Senggigi dan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Seorang petani dari Desa Meninting, H. Lalu Suhardi (54), mengungkapkan rasa syukurnya. "Dulu waktu kemarau, kami harus antre air sampai malam. Sekarang dengan bendungan ini, air mengalir sampai ke sawah-sawah kami. Semoga hasil panen kami meningkat dan harga gabah tetap bagus," katanya haru.
Tantangan Pemeliharaan dan Keberlanjutan
Di balik euforia peresmian, para ahli sumber daya air mengingatkan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan dan pengelolaan daerah tangkapan air. Sedimentasi menjadi ancaman serius yang dapat memperpendek umur operasional bendungan. Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya rehabilitasi hutan dan konservasi lahan di hulu Sungai Meninting.
"Saya perintahkan kepada Menteri Kehutanan dan jajaran terkait untuk memastikan daerah tangkapan air Bendungan Meninting tetap terjaga. Tanpa hutan yang sehat, bendungan ini hanya akan menjadi kolam penampung lumpur dalam 20 tahun ke depan," tegas Presiden.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat bahwa umur desain Bendungan Meninting adalah 50 tahun, namun dengan pengelolaan sedimentasi yang baik, angka tersebut dapat diperpanjang. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga vegetasi dan menghindari praktik perladangan berpindah di kawasan hulu juga menjadi prioritas pasca-peresmian.
Konteks Nasional: Infrastruktur Air dan Kedaulatan Pangan
Peresmian Bendungan Meninting merupakan bagian dari grand strategy nasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 30 bendungan baru yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Presiden Prabowo menargetkan tambahan satu juta hektar lahan irigasi baru pada 2029 sebagai fondasi menuju Indonesia mandiri pangan.
Khusus di NTB, Bendungan Meninting melengkapi sistem pengelolaan air yang sudah ada seperti Bendungan Pengga, Bendungan Batujai, dan Bendungan Bintang Bano. Integrasi antar-bendungan ini memungkinkan distribusi air yang lebih merata dan adaptif terhadap perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo dan pelepasan benih ikan air tawar ke genangan bendungan sebagai simbol keberlanjutan ekosistem. Ratusan warga yang memadati area peresmian menyambutnya dengan sukacita, menandai lembaran baru bagi perjalanan Bendungan Meninting sebagai nadi kehidupan masyarakat Lombok Barat.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat! Kapasitas 18,7 juta m3, irigasi 1.500 hektar, air baku 150 lt/detik, dan potensi listrik mikrohidro. Fondasi baru kedaulatan pangan NTB. 🇮🇩💧 #BendunganMeninting #InfrastrukturIndonesia #NTBMaju[SOCIAL_TG]: 🏗️💧 Presiden Prabowo resmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat! Kapasitas 18,7 juta m³, irigasi 1.500 hektar, pasokan air baku 150 liter/detik. Proyek Rp1,4 triliun ini jadi tonggak ketahanan pangan NTB. Selengkapnya👇
Comments (0)