Bahlil Usul Volume BBM Subsidi Tahun Depan 19,56 Juta KL & Listrik Rp 122 T

Lurusin.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan usulan asumsi dasar sektor energi dan sumber daya mineral dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan

Jul 08, 2026 - 00:51
0 0
Bahlil Usul Volume BBM Subsidi Tahun Depan 19,56 Juta KL & Listrik Rp 122 T

Lurusin.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan usulan asumsi dasar sektor energi dan sumber daya mineral dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026), Bahlil tidak hanya mengusulkan rentang harga minyak mentah Indonesia (ICP), tetapi juga menetapkan angka volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta besaran subsidi listrik untuk tahun depan.

Berdasarkan dokumen yang dibacakan dalam rapat, volume BBM subsidi diusulkan mencapai 19,56 juta kiloliter (KL) untuk tahun 2027. Angka ini disiapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, aktivitas ekonomi, dan target inflasi yang masih terkendali. Sementara untuk subsidi listrik, pemerintah mengajukan pagu sebesar Rp 122 triliun. Usulan tersebut akan menjadi salah satu bahan pembahasan sebelum finalisasi postur APBN 2027 pada Agustus mendatang.

Rentang Harga Minyak Mentah Fleksibel

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil memaparkan usulan ICP untuk APBN 2027 dengan kisaran yang lebih lebar dibandingkan tahun 2026. Pemerintah mengusulkan batas minimum ICP sebesar US$ 70 per barel dan batas maksimum US$ 95 per barel. Kisaran ini dinilai mampu mengakomodasi volatilitas harga minyak global yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Di 2026, kita ketok palu dengan angka US$ 70. Tetapi di 2027, kisarannya batas minimum 70 dan maksimalnya di angka 95 sambil kita lihat perkembangan dinamika nanti sampai di bulan Agustus, berapa angka yang akan kita letakkan,” ujar Bahlil kepada anggota Komisi XII.

Bahlil menjelaskan, penetapan rentang harga yang fleksibel ini memungkinkan pemerintah menyesuaikan asumsi makro sesuai dengan realisasi harga minyak dunia menjelang akhir tahun. Ia menekankan bahwa angka ICP akan dikunci setelah pembahasan bersama DPR, dengan tetap memperhatikan pergerakan harga minyak global dan proyeksi dari lembaga internasional.

Pengelolaan Subsidi yang Tepat Sasaran

Usulan volume BBM subsidi sebesar 19,56 juta KL mencakup minyak tanah dan solar bersubsidi serta BBM penugasan. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan outlook 2026 yang diperkirakan mencapai 19,2 juta KL. Kenaikan moderat ini sejalan dengan proyeksi jumlah pengguna yang terus bertambah, meskipun pemerintah juga terus mendorong kebijakan transisi energi dan pembatasan pembelian BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.

Sementara itu, subsidi listrik sebesar Rp 122 triliun diarahkan untuk menjaga stabilitas tarif bagi 40,6 juta pelanggan rumah tangga daya rendah, serta untuk melanjutkan program bantuan pasang baru listrik di daerah tertinggal. Bahlil menambahkan, alokasi tersebut sudah memasukkan asumsi konsumsi listrik nasional yang diproyeksikan tumbuh sekitar 5,4 persen pada 2027.

Komisi XII DPR menyambut baik usulan ini, namun sejumlah anggota meminta agar kementerian ESDM memastikan mekanisme distribusi subsidi yang lebih transparan dan akuntabel guna meminimalkan kebocoran. Baca juga: Ini Jawaban Bahlil soal BBM di SPBU Shell Kosong.

Pembahasan awal RAPBN 2027 ini akan terus berlanjut hingga batas akhir penyerahan nota keuangan oleh Presiden pada Agustus 2026. Sejumlah asumsi lain seperti lifting minyak, lifting gas, dan volume elpiji bersubsidi turut diajukan dalam rapat tersebut dan akan dibahas lebih rinci pada pertemuan teknis selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User