AS Cabut Blokade, Kapal Bebas Melintas di Selat Hormuz
Lurusin.com, Jakarta — Amerika Serikat resmi mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan pesisir Iran setelah penandatanganan nota kesepahaman damai antara kedua negara pada Rabu (17/6)
Lurusin.com, Jakarta — Amerika Serikat resmi mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan pesisir Iran setelah penandatanganan nota kesepahaman damai antara kedua negara pada Rabu (17/6). Langkah strategis ini membuka kembali akses bebas bagi seluruh kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.
Pencabutan blokade dilakukan langsung atas instruksi Presiden AS, Donald Trump, melalui Komando Pusat Angkatan Laut Amerika Serikat. Keputusan ini muncul sebagai tindak lanjut dari komitmen damai yang disepakati, di mana Iran juga wajib mengizinkan kapal-kapal dagang melintasi jalur perairan vital tersebut tanpa pembayaran bea selama periode 60 hari. Hal ini menjadi titik terang bagi normalisasi lalu lintas perdagangan global di kawasan yang sebelumnya memanas akibat konflik.
Dampak Langsung pada Perdagangan Global
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia, mencakup sekitar seperlima dari total perdagangan minyak global. Dengan pencabutan blokade ini, kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok dapat mereda. Pelaku pasar dan pemilik kapal menyambut baik langkah ini sebagai sinyal stabilitas di kawasan Timur Tengah.
"Pasukan Amerika tidak menghalangi transit kapal ke atau dari pelabuhan Iran," demikian pernyataan resmi Komando Pusat AS melalui akun media sosialnya, dikutip Lurusin.com pada Jumat (19/6/2026).
Keputusan ini sekaligus menandai babak baru dalam hubungan AS-Iran yang selama ini diwarnai eskalasi retorika dan kekuatan militer. Meski kesepahaman ini bersifat sementara, pengamat menilai langkah ini dapat membuka jalan bagi perundingan lanjutan mengenai isu-isu sensitif lainnya, termasuk program nuklir dan stabilitas regional.
Pihak otoritas pelabuhan di Iran juga mulai mengoordinasikan peningkatan arus kapal yang diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, komunitas internasional terus memantau pelaksanaan perjanjian ini, berharap agar momentum damai dapat terjaga dan tidak terganggu oleh dinamika politik dalam negeri masing-masing negara.
Comments (0)