Aplikasi HOT51 Dibongkar PMJ: Judol, Pornografi-TPPU Rp 559,8 M Sindikat China
Jakarta - Sebuah tautan aplikasi sederhana berhasil menguak tabir gelap praktik ekonomi bayangan (shadow economy) yang terstruktur rapi di Indonesia. Di balik layar gawai, ribuan pasang mata setiap h
Jakarta - Sebuah tautan aplikasi sederhana berhasil menguak tabir gelap praktik ekonomi bayangan (shadow economy) yang terstruktur rapi di Indonesia. Di balik layar gawai, ribuan pasang mata setiap hari menyaksikan adegan pornografi secara langsung, sembari mempertaruhkan uang mereka di meja judi digital. Namun, yang tak terbayangkan oleh banyak pihak adalah di balik kilauan gift virtual aplikasi bernama HOT51 itu, mengalir perputaran uang haram hingga menyentuh angka Rp 559,8 miliar.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melalui Subdit Umum/Jatanras berhasil membongkar ekosistem kejahatan siber transnasional yang tergolong sempurna ini. Lebih dari sekadar menangkap pemain di lapangan, kepolisian berhasil mengurai benang kusut yang menghubungkan host erotis, afiliator perekrutan, pabrik perusahaan fiktif, hingga payment gateway yang dikendalikan oleh warga negara China.
Berdasarkan laporan yang dirangkum media kami, sandi operasi pengungkapan ini bermula pada awal tahun 2026. Tim Jatanras yang rutin melakukan patroli siber menemukan sebuah situs yang memuat tautan unduhan aplikasi HOT51. Begitu penyidik masuk ke dalam sistem operasi berbasis Android tersebut, tersaji dengan jelas permainan judi online dan live streaming adegan pornografi vulgar.
"Begitu kami masuk ke dalam sistem, langsung terlihat ini bukan sekadar aplikasi hiburan biasa. Ada permainan judi dan konten pornografi yang disiarkan secara langsung. Kami kemudian melakukan pendalaman," ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam keterangan resminya.
Hasil penelusuran lebih jauh menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak beroperasi sendiri. Ia terhubung dengan jaringan afiliator yang bertugas merekrut para host perempuan untuk tampil dalam siaran erotis. Semakin banyak penonton yang memberikan gift virtual, semakin besar keuntungan yang diraup, dan semakin deras pula aliran dana yang diputar melalui perusahaan-perusahaan fiktif yang sengaja didirikan untuk menyamarkan transaksi.
Modus pencucian uang yang dilakukan sindikat ini terbilang canggih. Dana hasil judi online dan konten pornografi disalurkan melalui sejumlah payment gateway yang dikelola oleh warga negara China. Uang tersebut kemudian diputar melalui berbagai rekening perusahaan fiktif yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga sulit dilacak sebagai hasil tindak pidana. Total perputaran uang yang berhasil diidentifikasi sementara ini mencapai Rp 559,8 miliar.
Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa kejahatan siber transnasional semakin masif menyasar Indonesia. Ekosistem yang melibatkan host lokal, afiliator, perusahaan boneka, hingga payment gateway internasional menunjukkan bagaimana sindikat membangun sistem yang terintegrasi untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari praktik ilegal. Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan untuk membongkar seluruh jaringan yang terlibat, termasuk mengejar para pelaku utama yang berada di luar negeri.
Comments (0)