Api Masih Berkobar di TPA Jatiwaringin Setelah Sehari Penuh

Tangerang — Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum dapat dikendalikan meskipun sudah lebih dari 24 jam berlalu. Tim gabu

Jul 08, 2026 - 05:08
0 0
Api Masih Berkobar di TPA Jatiwaringin Setelah Sehari Penuh

Tangerang — Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum dapat dikendalikan meskipun sudah lebih dari 24 jam berlalu. Tim gabungan dari berbagai instansi terus berjibaku melakukan upaya pemadaman di tengah situasi yang penuh tantangan.

Berdasarkan laporan yang diterima media kami, titik api pertama kali terdeteksi pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.10 WIB. Hingga kini, api masih berkobar dan asap tebal terus membubung tinggi dari area pembuangan sampah terbesar di wilayah Tangerang tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar yang terdampak polusi udara.

"Belum padam," ujar Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI Djohan Darmawan saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (1/7/2026) siang.

Kendala Pemadaman: Titik Api Menyebar dan Kemarau Panjang

Djohan menjelaskan bahwa proses pemadaman menghadapi kendala serius di lapangan. Sejumlah faktor utama yang memperlambat operasi adalah banyaknya titik api yang tersebar di area TPA yang luas, serta kondisi musim kemarau yang membuat material sampah menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

Suhu udara yang tinggi dan tiupan angin kencang turut mempercepat perambatan api ke tumpukan sampah lainnya. Hal ini menyebabkan pemadaman menjadi pekerjaan ekstra berat bagi ratusan personel pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi. Sumber air yang terbatas di sekitar area pembuangan juga menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini.

Penanganan kebakaran TPA memang memerlukan strategi khusus yang berbeda dari kebakaran bangunan biasa. Sampah yang terbakar di bagian dalam tumpukan seringkali sulit dijangkau oleh air dari permukaan, sehingga api dapat terus menyala di bawah lapisan sampah yang padat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di sekitar lokasi kebakaran. Dampak asap yang mengandung zat berbahaya dari pembakaran sampah dapat mengganggu kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerugian material. Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terkini kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User