Aphelion Tidak Sebabkan Meriang, Ini Faktanya

Beredar klaim di media sosial yang menyatakan bahwa fenomena Aphelion menyebabkan cuaca bumi lebih dingin dan berdampak pada munculnya gejala meriang. Klaim ini perlu diverifikasi karena mencampuraduk...

Jul 12, 2026 - 02:26
0 0
Aphelion Tidak Sebabkan Meriang, Ini Faktanya

Beredar klaim di media sosial yang menyatakan bahwa fenomena Aphelion menyebabkan cuaca bumi lebih dingin dan berdampak pada munculnya gejala meriang. Klaim ini perlu diverifikasi karena mencampuradukkan fenomena astronomi dengan kondisi kesehatan. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, klaim tersebut tidak didukung oleh data ilmiah dan bersifat menyesatkan.

Anatomi Klaim: Aphelion dan Dampak Kesehatan

Klaim yang beredar menyebutkan bahwa saat Bumi berada di titik terjauh dari Matahari (Aphelion), suhu bumi turun drastis sehingga menyebabkan tubuh manusia mengalami meriang atau demam ringan. Beberapa unggahan bahkan menyarankan untuk banyak minum air hangat dan istirahat. Sumber klaim umumnya adalah unggahan pengguna tanpa disertai rujukan ilmiah.

Verifikasi Ilmiah: Apa Itu Aphelion?

Aphelion adalah fenomena astronomi tahunan ketika Bumi mencapai titik terjauh dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Pada tahun ini, Aphelion terjadi pada 5 Juli 2024. Fakta astronomi menunjukkan bahwa jarak Bumi-Matahari saat Aphelion sekitar 152,1 juta km, sedikit lebih jauh dibandingkan Perihelion (titik terdekat) yang terjadi pada Januari. Data dari NASA dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menegaskan bahwa variasi jarak ini hanya menyebabkan perubahan intensitas radiasi matahari sekitar 6-7%, tidak cukup signifikan untuk mengubah suhu global secara dramatis. Sebaliknya, suhu Bumi lebih dipengaruhi oleh faktor seperti kemiringan sumbu bumi, distribusi daratan dan lautan, serta arus laut. Musim panas di belahan bumi utara justru terjadi saat Aphelion, membuktikan bahwa suhu tidak selalu lebih dingin saat Bumi lebih jauh dari Matahari.

Fakta Medis: Meriang dan Penyebabnya

Meriang atau demam ringan adalah respons imun tubuh terhadap infeksi, biasanya virus atau bakteri. Gejala ini tidak terkait langsung dengan perubahan suhu lingkungan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meriang umumnya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, atau penyakit lain. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa perubahan suhu beberapa derajat akibat fenomena astronomi semata dapat menyebabkan demam. Bahkan, cuaca dingin sendiri tidak menyebabkan infeksi, melainkan dapat memudahkan penyebaran virus karena orang lebih banyak berada di dalam ruangan tertutup.

Klaim: Aphelion menyebabkan cuaca lebih dingin sehingga menimbulkan meriang.
Fakta: Aphelion tidak menyebabkan penurunan suhu signifikan; meriang disebabkan oleh infeksi, bukan suhu dingin.

Kesimpulan: Klaim Menyesatkan

Klaim yang menghubungkan fenomena Aphelion dengan dampak meriang adalah menyesatkan secara ilmiah. Fenomena Aphelion adalah bagian normal dari orbit Bumi yang tidak berdampak langsung pada kesehatan manusia. Cuaca dingin yang terjadi di beberapa daerah pada waktu yang bersamaan merupakan fenomena musiman biasa, bukan akibat Aphelion. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim tanpa dasar ilmiah dan selalu memeriksa fakta melalui sumber resmi seperti BMKG, Kemenkes, atau lembaga astronomi.

Rating: MISLEADING

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User