Air Mata Palsu', Tudingan Trump ke Pelayat yang Banjiri Pemakaman Khamenei

Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang masih berlangsung di Tehran menyedot perhatian dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan melontarkan

Jul 07, 2026 - 22:55
0 0
Air Mata Palsu', Tudingan Trump ke Pelayat yang Banjiri Pemakaman Khamenei

Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang masih berlangsung di Tehran menyedot perhatian dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan melontarkan tudingan pedas, menyebut lautan pelayat yang membanjiri upacara duka itu meneteskan "air mata palsu". Komentar tersebut langsung memicu ketegangan baru antara Washington dan Teheran di tengah prosesi penghormatan terakhir bagi salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah.

Prosesi Pemakaman Tiga Hari

Jenazah Ayatollah Khamenei disemayamkan sejak Sabtu (4/7) di kompleks Grand Mosalla, pusat keagamaan terbesar di ibu kota Iran. Prosesi yang dijadwalkan berlangsung hingga Senin (6/7) ini diselimuti suasana duka mendalam, namun juga semangat perlawanan. Ratusan ribu warga Iran dari berbagai kota berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka memadati kawasan Grand Mosalla siang dan malam, membawa foto sang pemimpin spiritual serta spanduk bertuliskan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Lurusin.com, prosesi hari kedua diwarnai teriakan tuntutan balas dendam. Massa meneriakkan yel-yel anti-Trump dan menyerukan agar pemerintah Iran membalas setiap tindakan yang dianggap merugikan negara. Kehadiran para pejabat tinggi militer dan politik Iran dalam prosesi tersebut semakin mengukuhkan pesan bahwa Iran tidak akan tunduk di bawah tekanan.

Tudingan Kontroversial Trump

Melalui pernyataan yang dilontarkan di sela-sela kegiatannya, Trump mengaku heran dengan jumlah pelayat yang hadir. Ia kemudian mempertanyakan ketulusan duka yang ditunjukkan. "Saya cukup kaget melihat banyaknya orang di sana. Tapi jangan lupa, rezim itu pandai merekayasa. Air mata itu palsu, mereka dipaksa hadir," ujar Trump seperti dikutip media kami.

"Saya cukup kaget melihat banyaknya orang di sana. Tapi jangan lupa, rezim itu pandai merekayasa. Air mata itu palsu, mereka dipaksa hadir."

Tudingan tersebut langsung memicu kemarahan di kalangan warga Iran yang menganggap pernyataan Trump tidak menghormati momen duka nasional. Para analis menyebut komentar itu sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum Trump terhadap Teheran, yang terus berlanjut meskipun krisis kepemimpinan sedang terjadi di Iran pascawafatnya Khamenei.

Ketegangan AS-Iran Memanas

Hubungan AS dan Iran yang sudah berada di titik nadir semakin memburuk. Proses suksesi kepemimpinan di Iran pasca-Khamenei tengah menjadi perhatian global, sementara Washington tetap mempertahankan sikap kerasnya. Pernyataan "air mata palsu" ini dinilai dapat dimanfaatkan oleh kelompok konservatif di Iran untuk menggalang dukungan dan memperkuat narasi anti-Amerika.

Di sisi lain, beberapa pihak di komunitas internasional mendesak agar momen berkabung ini tidak dijadikan ajang provokasi. Proses pemakaman Khamenei seharusnya menjadi momentum penghormatan, bukan panggung baru bagi perang retorika yang hanya akan menjauhkan peluang stabilitas di kawasan Timur Tengah yang sudah rentan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User