Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Bamsoet Apresiasi Kajian Pemikiran Natsir

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Filsafat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas

Jul 08, 2026 - 05:02
0 0
Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Bamsoet Apresiasi Kajian Pemikiran Natsir

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Filsafat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI). Capaian akademik ini mendapat sambutan hangat dari Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang menilai keberhasilan tersebut membuka kembali ruang diskursus tentang relasi Islam, demokrasi, konstitusi, dan kebangsaan melalui telaah ilmiah yang serius.

Dalam sidang terbuka yang digelar UI, Yusril berhasil mempertahankan disertasi berjudul "Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir Tentang Relasi Islam Dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat Dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial". Karya ini mengkaji ulang gagasan tokoh bangsa, Mohammad Natsir, terkait peran Islam dalam kehidupan bernegara, yang dinilai masih sangat relevan untuk konteks Indonesia modern.

“Pencapaian ini menghadirkan kembali percakapan intelektual mengenai hubungan Islam, demokrasi, dan konstitusi secara lebih segar. Disertasi ini bukan sekadar penelitian sejarah, tetapi upaya filosofis memaknai kembali fondasi kebangsaan kita,” ujar Bamsoet kepada media kami.

Pendekatan hermeneutika fenomenologis-eksistensial yang dipilih Yusril memberikan tafsir baru atas pemikiran Natsir, yang selama ini kerap dipahami sebagai tokoh Islam politik. Melalui metode itu, Yusril menunjukkan bahwa konsep Natsir soal negara tidak sekadar formalistik, melainkan menekankan substansi moral dan keadilan dalam bingkai demokrasi Pancasila. Laporan Lurusin.com mencatat, pengujian sidang berlangsung ketat dengan kritisisme dari para penguji, namun Yusril mampu memberikan argumentasi yang meyakinkan.

Bamsoet menambahkan, karya Yusril menjadi sumbangan berharga bagi pengembangan pemikiran Islam kebangsaan di Indonesia. “Di tengah kerapuhan dialog antara agama dan negara, riset ini bisa menjadi jembatan penting untuk membangun kembali pemahaman yang inklusif,” tegasnya.

Sejumlah akademisi dan politisi yang hadir dalam sidang terbuka tersebut menyaksikan langsung bagaimana Yusril melompat dari ranah hukum tata negara ke filsafat. Selama ini, Yusril memang dikenal sebagai pakar hukum konstitusi dan telah menghasilkan banyak karya tulis. Gelar doktor filsafat ini semakin mempertegas kapasitas intelektualnya dalam merajut isu-isu fundamental bangsa. Dengan selesainya studi ini, diharapkan muncul lebih banyak pemikiran kritis yang dapat memperkaya khazanah keilmuan dan menguatkan harmoni antara identitas keislaman dan komitmen kebangsaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User