Di balik kemegahan situs Stonehenge yang mendunia, Britania Raya menyimpan situs megalitikum lain yang tak kalah penuh teka-teki: Devil's Arrows. Berada di wilayah North Yorkshire, deretan batu berdiri tertinggi di Inggris ini sekian lama menyimpan misteri mengenai asal-usul material batu raksasa tersebut serta metode pengangkutannya. Sebuah penelitian ilmiah terbaru kini berhasil menguak tabir sejarah yang terpendam selama ribuan tahun tersebut.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Proceedings of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences, analisis isotop membuktikan bahwa batu-batu raksasa seberat 25 ton tersebut dipindahkan sejauh 18 kilometer (11 mil). Temuan ini mematahkan spekulasi lama yang menyebutkan bahwa batuan tersebut terdorong secara alami oleh pergerakan gletser purba, sekaligus mengonfirmasi adanya rekayasa logistik masif oleh manusia pada era Neolitikum.
Analisis Isotop Mengungkap Lokasi Penambangan Purba
Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh para ahli arkeologi melakukan pengujian kimia dan isotopis mendalam terhadap batuan pasir jenis sarsen pada monumen tersebut. Hasil laboratorium secara spesifik menunjukkan bahwa batu-batu Devil's Arrows bukan berasal dari situs Plumpton Rocks yang berlokasi lebih dekat, melainkan diambil dari formasi Brimham Rocks yang terletak jauh di area perbukitan tinggi Yorkshire.
"Situs-situs di Inggris selatan dan Skotlandia selama ini mendapat perhatian besar, sementara monumen penting seperti Devil's Arrows relatif kurang diteliti padahal signifikansinya sangat besar. Kami kini telah membuktikan bahwa komunitas Neolitikum memindahkan beberapa batu seberat 25 ton melintasi Yorkshire, mengubah lanskap yang dikenal menjadi sebuah pencarian epik demi menciptakan ruang sakral," ujar Jim Leary, arkeolog dan penulis pendamping studi dari University of York.
Kronologi dan Perbandingan Skala Rekayasa Megalitikum
Penemuan ini memperluas cakrawala pengetahuan arkeologi mengenai kapasitas teknologis dan struktur sosial masyarakat prasejarah di utara Inggris. Pengangkutan batu Devil's Arrows membuktikan bahwa ambisi arsitektural skala besar tidak hanya terjadi di wilayah selatan seperti Stonehenge, tetapi juga terdistribusi secara merata di kawasan utara.
| Situs Megalitikum | Asal Batuan Utama | Jarak Pengangkutan | Estimasi Berat Batu |
|---|---|---|---|
| Devil's Arrows | Brimham Rocks, Yorkshire | 18 km (11 mil) | Hingga 25 ton |
| Stonehenge (Bluestones) | Preseli Hills, Wales Barat | 225 km | 2–4 ton |
| Stonehenge (Sarsen) | Marlborough Downs | 30 km | Hingga 30 ton |
Tahapan pengangkutan batu raksasa ini mencerminkan kompleksitas organisasi sosial manusia purba pada peradaban tersebut:
- Pemilihan Material Khusus: Komunitas purba secara sengaja memilih batuan dari Brimham Rocks karena nilai spiritual atau kualitas fisiknya, meskipun harus menempuh jarak jauh.
- Pengerahan Tenaga Kerja Massal: Memindahkan beban seberat 25 ton menuntut mobilisasi dan koordinasi ratusan orang secara terstruktur.
- Navigasi Medan Berat: Pengangkutan dilakukan menembus lanskap bergelombang Yorkshire tanpa dukungan alat transportasi modern.
- Penegakan Monumen Sakral: Batu-batu tersebut ditegakkan dengan presisi tinggi untuk membentuk ruang ritual serta penanda lanskap sakral.
Riset investigatif ini menegaskan bahwa lanskap Neolitikum Britania merupakan ruang budaya yang terhubung erat oleh jaringan ritual dan rekayasa arsitektur bentang alam. Pemilihan lokasi material yang jauh memperlihatkan bahwa bagi manusia purba, proses pengangkutan batu itu sendiri merupakan bagian integral dari ritual dan keyakinan mereka.
Comments (0)