Deretan air kebiruan di fasilitas arena perairan Bali mungkin tampak menjanjikan dari kejauhan. Namun, di balik jernihnya kolam tersebut, tersimpan persoalan klasik kelengkapan infrastruktur olahraga daerah. Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 kini menjadi sorotan setelah Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Bali membeberkan sejumlah kelemahan krusial pada arena renang yang bakal digunakan.
Langkah monitoring yang dilakukan POSSI Bali mengungkap fakta bahwa kesiapan fisik arena perairan tersebut belum sepenuhnya mengadopsi teknologi standar kejuaraan modern. Ketiadaan piranti penting tak hanya mengancam kenyamanan penonton, tetapi juga berpotensi memicu kontroversi akurasi pencatatan waktu bagi para atlet yang bertanding.
Cacat Fasilitas: Dari Sistem Manual Hingga Nihil Tribun
Dalam inspeksi mendalam yang dilakukan organisasi cabang olahraga perairan tersebut, dua catatan mendasar menjadi perhatian utama. Pertama adalah ketiadaan tribun penonton. Situasi ini dinilai dapat memicu kerumunan liar di area pinggir kolam yang secara langsung mengganggu konsentrasi atlet serta kelancaran jalannya kompetisi.
"Kolam renang tidak memiliki tribun penonton, sehingga dapat mengganggu jalannya pertandingan," tegas Ketua Umum Pengprov POSSI Bali, Letkol Laut (H) Bagus Partha Wijaya.
Tak kalah mengkhawatirkan adalah tidak tersedianya touch pad atau papan sentuh digital di ujung lintasan. Alhasil, panitia pelaksana terpaksa harus mengandalkan sistem pencatatan waktu secara manual. Di era di mana fraksi detik menentukan raihan medali, penggunaan pencatat waktu manual dipandang sebagai langkah mundur yang merugikan presisi pertandingan.
"Venue belum dilengkapi dengan touch pad, sehingga sistem pertandingan masih digunakan secara manual," tambah Bagus.
Analisis Kelayakan: Porprov Lolos, Kejuaraan Nasional Gugur
Temuan ini menempatkan arena perairan Bali dalam posisi dilematis. Secara regulasi internal daerah, venue tersebut mungkin masih sanggup menampung gelaran Porprov Bali 2027. Namun, jika ambisi daerah ditingkatkan untuk menggelar ajang berskala nasional, arena ini dipastikan gagal memenuhi standar kualifikasi.
Berikut adalah perbandingan kesiapan fasilitas venue renang Bali saat ini dibandingkan dengan standar kejuaraan nasional:
| Komponen Fasilitas | Kondisi Venue Saat Ini | Standar Kejuaraan Nasional |
|---|---|---|
| Sistem Waktu | Manual (Stopwatch) | Digital Touch Pad Automatic |
| Tribun Penonton | Tidak Tersedia (Nihil) | Tribun Terintegrasi & Terpisah |
| Kelayakan Event | Skala Daerah (Porprov) | Skala Nasional (Kejurnas/PON) |
Letkol Laut (H) Bagus Partha Wijaya menegaskan batas tegas antara kelayakan tingkat lokal dan nasional tersebut. Menurutnya, pembenahan harus segera dilakukan jika Bali ingin memposisikan diri sebagai tuan rumah olahraga air berkualitas tinggi.
"Untuk pelaksanaan tingkat Porprov masih layak, tetapi sebagai tuan rumah kejuaraan nasional belum layak," jelasnya secara rasional.
Menatap Porprov 2027: Penguatan Administrasi dan Pembinaan
Keterlibatan POSSI Bali pada Porprov 2027 mendatang bakal menjadi keikutsertaan mereka yang ketiga kalinya dalam sejarah pesta olahraga multi-event di Pulau Dewata. Oleh karena itu, Pengprov POSSI tidak ingin sekadar hadir sebagai peserta, melainkan memastikan standar kompetisi berjalan sesuai aturan internasional.
Selain mendesak pembenahan infrastruktur fisik pada pihak tuan rumah, Pengprov POSSI Bali juga menggencarkan konsolidasi internal. Inspeksi venue ini berjalan seiring dengan monitoring menyeluruh terhadap kesiapan Pengurus Kabupaten (Pengkab) POSSI di seluruh wilayah Bali.
Pemantauan intensif tersebut mencakup dua pilar utama:
- Administrasi Organisasi: Memastikan kelengkapan dokumen, legalitas kepengurusan, dan tata kelola Pengkab berjalan tertib.
- Pembinaan Atlet: Mengawal program latihan daerah agar alur regenerasi atlet selam berjalan berkesinambungan menjelang 2027.
Catatan krusial mengenai tribun dan touch pad ini kini berada di meja tuan rumah serta panitia pelaksana. Tanpa adanya respons cepat dan realisasi perbaikan fisik, ajang Porprov Bali 2027 berisiko kehilangan marwah kompetisi yang presisi dan profesional.
Comments (0)