Wamendagri Minta Pemkab Intan Jaya Tangani Serius Penemuan Jenazah Warga
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengeluarkan instruksi tegas agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, Papua Tengah, segera mengambil tindakan cepat dan serius me
Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengeluarkan instruksi tegas agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, Papua Tengah, segera mengambil tindakan cepat dan serius menyusul laporan penemuan sejumlah jenazah warga di wilayah tersebut. Instruksi ini disampaikan merespons keresahan publik yang mendesak penanganan segera dari otoritas setempat.
Kronologi dan Temuan Korban
Menurut informasi yang dihimpun Lurusin.com, salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Okto Tigau (19), seorang pemuda asal Distrik Sugapa. Okto dilaporkan hilang sejak Senin (29/6/2026) dan jasadnya ditemukan di kawasan belakang Pos Habema, Distrik Sugapa, pada Rabu (1/7/2026). Selain Okto, masih terdapat beberapa jenazah lain yang belum teridentifikasi yang ditemukan dalam rentang waktu yang sama. Warga setempat menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan meminta pemerintah segera mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
"[Berdasarkan isu ini] masyarakat meminta untuk [pemerintah dan aparat] segera melakukan penanganan. Jadi kami sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan pemerintah daerah, dalam hal ini Forkopimda, untuk segera melakukan penanganan [serius]." – Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Jumat (3/7/2026).
Koordinasi Lintas Sektor untuk Keamanan dan Bantuan Sosial
Wamendagri Ribka menekankan bahwa Pemkab Intan Jaya harus berkoordinasi erat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat keamanan setempat. Langkah ini mencakup pengusutan tuntas kasus penemuan jenazah, penegakan hukum bagi pihak yang bertanggung jawab, serta memulihkan rasa aman masyarakat. Selain itu, Ribka meminta pemerintah daerah memastikan pelayanan sosial kepada keluarga korban dan warga terdampak tetap berjalan tanpa hambatan.
Kepada Lurusin.com, analis keamanan wilayah Papua, Dr. Markus Wandik, menyatakan bahwa situasi di Intan Jaya kerap dipicu oleh ketegangan antara kelompok bersenjata dan aparat, meskipun ia menekankan perlunya penyelidikan independen untuk kasus ini. "Setiap temuan jenazah harus diusut secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi liar yang memperkeruh suasana," ujarnya. Sementara itu, pihak kepolisian setempat mengaku telah membentuk tim investigasi gabungan dan meminta masyarakat yang kehilangan anggota keluarga segera melapor.
Lurusin.com akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan di Papua Tengah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri diharapkan turut memberikan dukungan logistik dan SDM untuk mempercepat penyelidikan dan pemulihan trauma warga.
Comments (0)