VIRAL! Pengendara Waswas Melintas di Jalan Akses UI, Marka Jalan Tak Terlihat Picu Potensi Tabrakan
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan suasana kacau di Jalan Akses UI, Depok, mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di kalangan pengguna jalan. Dalam rekaman amatir yang beredar luas, seor
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan suasana kacau di Jalan Akses UI, Depok, mendadak viral dan memicu perbincangan hangat di kalangan pengguna jalan. Dalam rekaman amatir yang beredar luas, seorang pengendara mengaku sangat waswas dan ketakutan saat melintasi ruas jalan vital tersebut. Pasalnya, tidak adanya marka jalan yang jelas membuat arus lalu lintas dari dua arah saling serobot dan nyaris menyebabkan tabrakan beruntun.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, video tersebut direkam oleh seorang pengemudi yang melaju dari arah Universitas Indonesia menuju kawasan Kelapa Dua. Dalam narasinya, perekam video mengeluhkan minimnya penerangan dan hilangnya garis pembatas jalan. Hal ini memaksa sejumlah kendaraan dari arah berlawanan, baik roda dua maupun roda empat, melaju terlalu ke kanan hingga mengambil lajur kendaraan yang melaju dari arah UI. Situasi ini semakin berbahaya karena jalan tersebut merupakan akses utama dengan volume kendaraan yang cukup padat, terutama di jam-jam sibuk.
Detik-detik Nyaris Adu Banteng
Dalam potongan video yang viral, situasi mencekam itu terekam jelas. Tampak sebuah mobil dan beberapa sepeda motor yang melaju dari arah Jakarta menuju UI melesat di lajur kanan, persis berhadapan dengan mobil perekam. Nyaris tidak ada ruang antisipasi yang cukup. Beruntung, pengemudi dari arah UI sempat membunyikan klakson panjang dan mengambil manuver ke pinggir untuk menghindari benturan. “Lihat nih, enggak ada markah jalannya. Mobil dari arah sana ngambil lajur kita, bisa tabrakan ini,” ujar perekam video dengan nada panik, seperti dikutip dari laporan media kami.
"Wajar kalau pengendara pada waswas. Masa jalan selebar ini tapi markahnya sudah pudar total. Kalau malam atau hujan, bisa fatal akibatnya," tulis salah satu komentar warganet yang merespons unggahan video tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan status Jalan Akses UI yang menjadi kewenangan bersama antara pihak kampus dan pemerintah daerah. Minimnya markah tidak hanya memicu kebingungan dalam menentukan lajur, tetapi juga menghilangkan panduan visual yang krusial bagi keselamatan. Ketika garis putus-putus atau garis lurus yang seharusnya memisahkan arus bolak-balik tidak terlihat, potensi kecelakaan fatal akibat adu banteng (head-on collision) meningkat drastis.
Pentingnya Markah Sebagai "Rem" Psikologis
Pengamat transportasi yang dihubungi media kami menegaskan bahwa markah jalan bukan sekadar hiasan aspal, melainkan alat psikologis bagi pengendara untuk tetap tertib. Tanpa adanya batas visual, naluri alamiah pengendara untuk memotong jalur atau mengemudi di sisi jalan yang lebih mulus akan sulit dikendalikan. Kondisi di Jalan Akses UI menjadi bukti nyata bahwa ketiadaan marka jalan mengundang perilaku berkendara yang agresif dan egois, di mana setiap pengemudi berusaha mendahului tanpa memikirkan hak pengguna jalan dari arah seberang.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan komunitas pengguna Jalan Akses UI berharap agar pihak-pihak terkait, baik Dinas Perhubungan Kota Depok maupun pengelola kampus, segera melakukan pengecatan ulang marka. Langkah tersebut tidak hanya untuk mencegah kecelakaan, tetapi juga untuk mengembalikan rasa aman bagi ribuan mahasiswa, pekerja, dan warga Depok yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya pada jalur penghubung strategis ini. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan lalu lintas di kawasan tersebut.
Comments (0)