Viral Karyawan Padel di Jaksel Disekap dan Disiksa, 4 Pelaku Ditangkap
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berlutut di hadapan ibunya viral di media sosial dan menjadi sorotan publik, Jumat (26/6/2026). Pria tersebut diketahui merupakan karyawan sebuah tempat
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berlutut di hadapan ibunya viral di media sosial dan menjadi sorotan publik, Jumat (26/6/2026). Pria tersebut diketahui merupakan karyawan sebuah tempat padel berinisial AL yang bekerja di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam rekaman itu, AL tampak mengenakan pakaian serba hitam dan mengalami luka-luka, sementara dinarasikan bahwa ia telah disekap dan dianiaya selama dua hari oleh sekelompok orang yang menuduhnya mencuri barang di tempat kerjanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lurusin.com, peristiwa ini bermula ketika AL diduga melakukan pencurian di area padel tempatnya bekerja. Alih-alih melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, sejumlah rekan atau pihak terkait memilih untuk melakukan aksi main hakim sendiri. AL kemudian diamankan secara paksa dan disekap di sebuah lokasi yang belum diungkapkan secara rinci. Selama masa penyekapan, ia diduga mengalami penyiksaan hingga akhirnya video permintaan maafnya diunggah dan menyebar luas.
Kronologi dan Respons Kepolisian
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi saat dikonfirmasi media kami membenarkan adanya laporan terkait penyekapan dan penganiayaan yang dialami oleh AL. "Pihak korban, yang dalam hal ini diwakili oleh keluarganya, telah membuat laporan resmi ke kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Resmob Polres Jakarta Selatan segera bergerak melakukan penyelidikan," ujarnya.
Tidak butuh waktu lama, aparat berhasil mengidentifikasi dan mengamankan empat orang yang diduga bertanggung jawab atas aksi penyekapan dan kekerasan terhadap AL. Keempat pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik tindakan tersebut. Polisi juga tengah mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman video viral, keterangan saksi, dan hasil visum korban.
"Kami sudah mengamankan empat pelaku. Proses penyidikan masih berlangsung untuk memastikan semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada aktor lain yang memerintahkan atau membantu aksi ini," tegas Joko Adi.
Sementara itu, AL sendiri telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis atas luka-luka yang dialaminya. Kondisinya dilaporkan mulai stabil, meski masih mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut. Kasus ini menjadi pengingat keras agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan mempercayakan setiap tindak pidana kepada penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya pelanggaran pidana lain, seperti perampasan kemerdekaan, penganiayaan, dan penyebaran konten yang merendahkan martabat korban. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan melaporkan setiap langkah kepolisian dalam menuntaskan permasalahan tersebut.
Comments (0)