Viral Kabar Tokopedia PHK Massal, TikTok Buka Suara soal Penyesuaian Organisasi

Jagat media sosial ramai oleh kabar bahwa Tokopedia, raksasa e-commerce yang kini bernaung di bawah TikTok, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sebuah unggahan viral dari akun Ins

Jul 08, 2026 - 00:25
0 0
Viral Kabar Tokopedia PHK Massal, TikTok Buka Suara soal Penyesuaian Organisasi

Jagat media sosial ramai oleh kabar bahwa Tokopedia, raksasa e-commerce yang kini bernaung di bawah TikTok, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Sebuah unggahan viral dari akun Instagram @ecommurz menyebutkan bahwa ByteDance—induk usaha TikTok—memangkas hingga 90% pegawai Tokopedia. Informasi liar ini sontak menimbulkan kegaduhan di kalangan pelaku industri digital, mengingat TikTok resmi mengakuisisi 75% saham Tokopedia pada penghujung tahun 2023 dan sejak itu integrasi antara kedua platform terus berlangsung.

Menyikapi rumor yang kian meluas, TikTok akhirnya buka suara. Dalam pernyataan resmi yang diterima media kami, pihak perusahaan memberikan klarifikasi sekaligus membantah angka pemutusan hubungan kerja yang disebutkan dalam narasi yang beredar.

Klarifikasi dan Strategi di Balik Restrukturisasi

TikTok menjelaskan bahwa langkah yang tengah berlangsung bukanlah PHK massal tanpa arah, melainkan bagian dari penyesuaian organisasi yang terencana, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D).

“Kami sedang melakukan penyesuaian di tim riset dan pengembangan Tokopedia untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh agar kami dapat fokus pada inovasi yang memberikan dampak paling besar bagi pengguna, mitra penjual, dan ekosistem digital Tanah Air,” demikian pernyataan resmi TikTok yang dikutip Lurusin.com.

Meski tidak secara gamblang merinci berapa jumlah karyawan yang terdampak, pernyataan tersebut mengonfirmasi adanya restrukturisasi di lini R&D. Sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya mengisyaratkan bahwa penyesuaian ini masih dalam skala wajar dan tidak menyentuh 90% tenaga kerja seperti kabar yang beredar. Justru, TikTok menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat posisi Tokopedia pasca-akuisisi sebagai entitas yang mandiri dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi integrasi layanan e-commerce dan konten.

Akuisisi Tokopedia oleh TikTok pada Desember 2023 menempatkan TikTok sebagai pemegang kendali utama dengan kepemilikan 75% saham. Langkah strategis ini diyakini bertujuan menggabungkan ekosistem konten video pendek TikTok dengan infrastruktur dagang Tokopedia. Sejak merger, pelaku industri mencermati setiap pergerakan internal, termasuk efisiensi operasional yang seringkali diikuti restrukturisasi. Namun, narasi "PHK 90%" dinilai terlalu ekstrem dan berpotensi menyesatkan.

Sejumlah pengamat teknologi yang dihubungi Lurusin.com menilai penyesuaian di tim R&D wajar terjadi pasca-merger. “Ketika dua perusahaan besar bergabung, selalu ada proses penyelarasan, termasuk di fungsi pengembangan produk. Fokusnya adalah menghilangkan turnpang tindih dan mempercepat lahirnya inovasi, bukan semata-mata pengurangan tenaga kerja secara brutal,” ujar salah satu analis yang meminta anonimitas.

Hingga berita ini diturunkan, Tokopedia belum mengeluarkan pernyataan terpisah. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyajikan informasi akurat berdasarkan konfirmasi resmi dari para pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User