Vietnam Gerebek Dua Sindikat Judi Piala Dunia, Transaksi Tembus Rp 2,3 Triliun
Pihak berwenang Vietnam berhasil membongkar dua sindikat perjudian daring berskala besar yang beroperasi selama gelaran Piala Dunia 2026. Total nilai transaksi yang terdeteksi dalam jaringan ini menc
Pihak berwenang Vietnam berhasil membongkar dua sindikat perjudian daring berskala besar yang beroperasi selama gelaran Piala Dunia 2026. Total nilai transaksi yang terdeteksi dalam jaringan ini mencapai 133 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 2,3 triliun. Operasi penindakan ini menandai langkah serius Hanoi dalam memberantas praktik ilegal yang kian marak di tengah ajang olahraga internasional.
Kepolisian Vietnam mengonfirmasi bahwa sebanyak 85 orang telah diamankan terkait dengan dua sindikat tersebut. Penangkapan dilakukan di beberapa wilayah dalam operasi terkoordinasi yang melibatkan satuan siber dan reserse kriminal. Barang bukti berupa perangkat elektronik, dokumen keuangan, serta sejumlah aset bernilai tinggi turut disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Judi Online Dilarang Keras, Praktik Ilegal Tetap Menjamur
Vietnam merupakan negara dengan sistem politik satu partai yang memberlakukan larangan ketat terhadap segala bentuk perjudian, termasuk taruhan daring. Meskipun demikian, aktivitas ilegal ini terus tumbuh subur, terutama selama perhelatan akbar seperti Piala Dunia. Kemudahan akses melalui platform digital dan jaringan server di luar negeri membuat sindikat semacam ini sulit dilacak secara konvensional.
Menurut laporan yang dihimpun, para pelaku menggunakan sistem pembayaran lintas batas dan mata uang kripto untuk menyamarkan aliran dana. Modus ini memungkinkan transaksi bernilai miliaran rupiah berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu singkat. Kepolisian Vietnam menyebut kedua sindikat ini sebagai yang terbesar yang pernah diungkap sepanjang tahun berjalan.
Penertiban Berkala Menjelang Ajang Olahraga
Pemerintah Vietnam secara rutin mengintensifkan pengawasan dan penertiban aktivitas judi ilegal setiap kali berlangsung turnamen olahraga internasional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga ketertiban sosial dan melindungi warganya dari dampak negatif perjudian. Pada Piala Dunia edisi sebelumnya, pihak berwenang juga mengungkap sejumlah kasus serupa, namun skala transaksi yang terungkap kali ini jauh lebih besar.
"Kami akan terus memperkuat pengawasan dunia maya dan bekerja sama dengan mitra internasional untuk menutup celah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan lintas negara," ujar seorang juru bicara kepolisian Vietnam dalam pernyataan resminya, seperti dilansir media kami, Selasa (7/7/2026).
Operasi ini diharapkan memberi efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi jaringan sindikat lainnya. Kendati demikian, sejumlah pengamat menyoroti bahwa tingginya minat terhadap taruhan olahraga tetap menjadi tantangan tersendiri bagi negara yang belum melegalkan industri perjudian secara menyeluruh. Saat ini, proses hukum terhadap 85 tersangka terus berjalan, dan pihak berwenang masih menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan aktor internasional dalam jaringan tersebut.
Comments (0)